TRIMATRANews | Pasaman (SUMBAR) — Semangat perubahan dan kerja nyata terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Program Unggulan Pasaman Bangkit yang kini memasuki tahun pertama pelaksanaannya. Di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery bersama Wakil Bupati H. Parulian, arah pembangunan daerah mulai menunjukkan capaian yang terukur, sistematis, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat nagari.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam konferensi pers capaian satu tahun program unggulan yang digelar di Ruang Balerong Pusako Anak Nagari, Rumah Dinas Bupati Pasaman, Senin (25/5/2026). Dalam kesempatan itu, Welly Suhery menekankan bahwa Pasaman Bangkit bukan sekadar slogan pemerintahan, melainkan gerakan bersama untuk menghadirkan perubahan nyata melalui tata kelola pemerintahan yang bertanggung jawab dan berpihak kepada rakyat.
“Setiap rupiah anggaran yang digunakan harus berdampak bagi kesejahteraan warga. Saya minta seluruh kepala OPD bekerja serius, terukur, inovatif, dan bertanggung jawab demi menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Karena hasil pembangunan akan terlihat dari data, capaian, dan manfaat nyata bagi rakyat,” tegas Welly.
Pemerintah Kabupaten Pasaman juga menegaskan bahwa pola pembangunan lama yang hanya berorientasi pada kegiatan administratif kini mulai ditinggalkan. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diarahkan bekerja berbasis indikator capaian, data statistik, dan hasil nyata di lapangan.
Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja OPD yang berlangsung sejak 18 hingga 21 Mei 2026 di Media Center Diskominfo Kabupaten Pasaman menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya kerja profesional, transparan, dan akuntabel. Fokus evaluasi tidak lagi sebatas laporan serapan anggaran, tetapi lebih menitikberatkan pada dampak pembangunan terhadap kualitas hidup masyarakat.
Dalam satu tahun pelaksanaan, sepuluh program unggulan daerah dilaporkan telah terealisasi 100 persen dengan total realisasi anggaran mencapai Rp258 miliar per 30 April 2026. Program-program tersebut menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Beberapa program yang dinilai paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat antara lain layanan berobat dan ambulans gratis, bantuan pendidikan dan seragam sekolah gratis, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pemutakhiran data Program Keluarga Harapan (PKH), bajak gratis bagi petani, pengawalan kuota pupuk bersubsidi, hingga penciptaan seribu lapangan kerja baru.
Selain fokus pada pembangunan ekonomi dan pelayanan dasar, Pemerintah Kabupaten Pasaman juga memperkuat pembangunan karakter masyarakat melalui Program Gerakan Nagari Bangkit, pengembangan Pusat Kreativitas Anak Nagari, serta penguatan Nagari Tangguh Bencana sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di daerah.
Capaian pembangunan daerah turut diperkuat oleh data resmi dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman yang menunjukkan sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat mengalami peningkatan signifikan. Kepala BPS Kabupaten Pasaman, Nita Andriani, menyebut arah pembangunan daerah saat ini sudah berjalan tepat sasaran dan berada pada jalur yang benar.
Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Kabupaten Pasaman turun menjadi 6,02 persen. Nilai Koefisien Gini berada pada angka 0,207 yang menunjukkan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 70,61 menjadi 71,57 dan masuk kategori tinggi.
Tidak hanya itu, prevalensi stunting di Pasaman juga mengalami penurunan signifikan. Di sektor pelayanan publik, Indeks Kepuasan Masyarakat meningkat dari angka 83 menjadi 87 dengan predikat Baik melalui pemanfaatan aplikasi SIKAMEK sebagai instrumen pengukuran layanan publik.
“Data ini menunjukkan kebijakan pemerintah daerah sudah di jalur yang benar. Kami mengapresiasi komitmen Pemkab Pasaman menjadikan data sebagai dasar perencanaan dan evaluasi. Pembangunan berkualitas butuh data akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Nita Andriani.
BPS Kabupaten Pasaman juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan Sistem Satu Data Indonesia (SDI) agar seluruh proses perencanaan, penganggaran, monitoring, hingga evaluasi pembangunan daerah semakin tepat sasaran dan berbasis bukti.
Di hadapan seluruh jajaran OPD, Bupati Welly Suhery kembali mengingatkan pentingnya inovasi dan perubahan pola pikir birokrasi. Ia meminta seluruh kepala perangkat daerah meninggalkan kebiasaan sekadar menyalin program tahun sebelumnya tanpa target yang jelas dan terukur.
Menurutnya, evaluasi pembangunan ke depan akan dilakukan secara objektif berdasarkan indikator capaian nyata. Sektor ketenagakerjaan akan diukur dari penempatan tenaga kerja dan penurunan angka pengangguran. Bidang pendidikan akan dilihat melalui peningkatan indeks partisipasi sekolah, sementara sektor ekonomi dan sosial akan mengacu pada pertumbuhan ekonomi daerah, IPM, rasio gini, hingga produktivitas pertanian masyarakat.
“Data dan angka capaian tidak pernah berdusta. Jika seluruh kepala OPD bekerja serius, maka setiap tahun akan terlihat peningkatan pembangunan yang signifikan. Sebaliknya, apabila tidak ada kerja nyata, capaian akan stagnan dan target pembangunan sulit diwujudkan,” tegas Welly.
Semangat Pasaman Bangkit kini menjadi energi baru bagi Pemerintah Kabupaten Pasaman untuk terus memperkuat birokrasi yang responsif, produktif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Pemerintah daerah menargetkan lahirnya pembangunan yang berkelanjutan dengan tujuan akhir mewujudkan Pasaman yang maju, sejahtera, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.
# Andalusia





Tidak ada komentar:
Posting Komentar