TRIMATRANews | Pasaman, Sumatera Barat – Kesempatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah untuk mengembangkan karier hingga ke tingkat kementerian kini semakin terbuka lebar melalui penerapan sistem manajemen talenta nasional. Namun, peluang tersebut tidak didapatkan dengan mudah, karena proses seleksi berjalan sangat ketat dan didasarkan pada penilaian menyeluruh terhadap kompetensi, kualifikasi, serta kesesuaian dengan kebutuhan jabatan yang tersedia.
Kenyataan ini terlihat jelas dalam pelaksanaan seleksi mutasi ASN Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui sistem Integrated Mutasi (I-Mut) ASN Karier. Dari dua orang ASN yang mendaftar dan mengikuti proses seleksi nasional menuju kementerian, hanya satu yang berhasil melaju hingga tahap akhir dan dinyatakan diterima.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pasaman, Deswin Adia Putra, menjelaskan bahwa proses seleksi ini digelar sekitar dua bulan lalu secara terpadu melalui sistem MyASN. Sistem tersebut terhubung langsung dengan manajemen talenta ASN milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Dari dua peserta yang mengikuti jalur I-Mut, hanya satu yang mampu melewati seluruh tahapan hingga dinyatakan lulus. Satu peserta lainnya belum memenuhi kriteria kesesuaian dengan kebutuhan formasi di instansi tujuan,” ujar Deswin.
Ia menambahkan, ASN yang berhasil lolos tersebut telah melewati serangkaian ujian ketat, mulai dari verifikasi administrasi, penilaian kompetensi, pendalaman kualifikasi, hingga wawancara yang dilakukan oleh tim penilai dari BKN dan kementerian terkait.
Menurutnya, sistem manajemen talenta kini menjadi landasan utama dalam pembinaan karier ASN secara nasional. Melalui pola ini, setiap aparatur memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang, termasuk menduduki jabatan di lingkungan kementerian maupun lembaga negara lainnya.
“Persaingannya sangat ketat. Setiap instansi memiliki standar kebutuhan yang spesifik, sehingga kesesuaian kemampuan dan rekam jejak kinerja menjadi penentu utama,” jelasnya.
Penerapan pendekatan sembilan kotak manajemen talenta juga disebut menjadi alat ukur utama untuk menilai kualitas ASN, mencakup aspek kompetensi, potensi, hingga hasil kerja yang telah dicapai. Penilaian dilakukan melalui berbagai metode, baik ujian berbasis komputer dengan ambang batas nilai yang tinggi maupun wawancara mendalam, guna memastikan aparatur yang diterima benar-benar memiliki kapasitas yang dibutuhkan.
Keberhasilan ini menjadi motivasi sekaligus teladan bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkab Pasaman untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, dan memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat. Di sisi lain, sistem ini juga diharapkan melahirkan budaya kerja yang lebih kompetitif, adaptif, dan berorientasi pada prestasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan reformasi birokrasi nasional.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Haryadi, PNS yang bertugas di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman, atas keberhasilannya menembus seleksi nasional melalui jalur I-Mut ASN Karier BKN.
“Selamat kepada Saudara Haryadi. Semoga di tempat tugas yang baru nanti dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya dan mengabdi secara maksimal,” ujar Bupati Welly.
Ia menilai, penerapan sistem karier berbasis manajemen talenta ini merupakan strategi penting pemerintah untuk membangun birokrasi yang profesional, tangguh, dan berlandaskan kemampuan.
“Melalui pola ini, ASN tidak lagi hanya terbatas pada tugas administratif di lingkungan asalnya, tetapi dibuka ruang luas untuk berkembang dan berpindah tugas antar instansi, termasuk hingga tingkat kementerian. Mutasi ini bukan sekadar perpindahan tempat kerja, melainkan bagian dari penguatan kapasitas aparatur,” tegasnya.
Bupati Welly berharap, ASN yang memiliki pengalaman bertugas di berbagai instansi dapat membawa wawasan baru, semangat inovasi, serta budaya kerja yang lebih baik, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.
Haryadi: Mantan Jurnalis yang Menjadi Teladan ASN Berprestasi
Sosok yang berhasil meraih kesempatan ini adalah Haryadi, seorang ASN asal Pasaman yang dikenal memiliki latar belakang sebagai mantan jurnalis dan sering dijadikan teladan bagi rekan-rekannya.
Perjalanan kariernya dimulai dari jenjang paling bawah. Ia pernah bertugas di lingkungan BP2KP, Badan Kepegawaian Daerah, menjabat Kepala Subbagian Umum di Kecamatan, Kepala Tata Usaha di SKB, hingga memimpin Balai Latihan Kerja Kabupaten Pasaman. Pada masa terakhirnya sebelum mutasi, ia menjabat Kepala Seksi Pengembangan SDM dan Penguatan Kelembagaan Statistik Sektoral pada Dinas Komunikasi dan Informatika.
Jejak karier ini membuktikan bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan semangat belajar yang tak pernah padam mampu membuka pintu peluang seluas-luasnya. Berbekal pengalaman dan kemauan untuk terus maju, Haryadi berhasil bersaing dan lolos dalam seleksi nasional yang sangat ketat.
Di luar tugas kedinasan, ia juga dikenal memiliki jiwa kreatif yang tinggi. Salah satu karyanya adalah motif batik khas Pasaman bernama “Sisiak Ikan”, yang telah mendapatkan perlindungan hak kekayaan intelektual dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Kemampuan menulisnya juga tidak diragukan. Berbagai karya tulis dan pemikirannya telah meraih penghargaan di tingkat daerah maupun nasional. Ia juga aktif menyusun berbagai materi informasi publik yang disampaikan kepada masyarakat. Baginya, tulisan adalah sarana untuk menyampaikan gagasan sekaligus menginspirasi orang lain.
Haryadi tercatat sebagai salah satu lulusan terbaik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara. Ia juga pernah mengikuti program pengembangan kompetensi di Amerika Serikat, yang semakin memperkaya wawasan dan memperkuat kemampuannya sebagai birokrat muda asal daerah.
#Andalusia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar