Post Page Advertisement [Top]

 
TRIMATRANews | Padang, 6 Mei 2026 — Langkah cepat dan penuh empati ditunjukkan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak, dalam merespons nasib dua siswa yatim piatu yang terpaksa putus sekolah akibat keterbatasan biaya. Tanpa menunda waktu, usai mengikuti sidang paripurna DPRD, ia langsung mendatangi Panti Asuhan Nur Ilahi di kawasan Kuranji Nanggalo, Kota Padang.

Kedatangan Khairuddin bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk keseriusan dalam mencarikan solusi atas persoalan yang menimpa Avil Mulyadi dan Dio Fatuta. Kedua remaja tersebut sebelumnya harus menerima kenyataan pahit dikeluarkan dari sekolah karena tunggakan biaya pendidikan yang tak mampu mereka bayar.

Suasana panti yang awalnya biasa saja mendadak berubah haru. Anak-anak panti menyambut dengan penuh harap, seolah merasakan bahwa sosok yang datang membawa sesuatu yang berbeda. Khairuddin hadir dengan pendekatan yang hangat, membaur tanpa sekat, memperlihatkan sisi kemanusiaan yang kuat dari seorang wakil rakyat.

Tak butuh waktu lama, hanya sekitar sepuluh menit berbincang dan mendengar kisah hidup anak-anak di panti, keteguhan sosok yang dikenal tegas itu mulai runtuh. Air mata mengalir di wajahnya, memperlihatkan betapa dalam empati yang ia rasakan terhadap kondisi mereka.

Ia kemudian berdiri, menghampiri satu per satu anak-anak panti, memeluk Avil dan Dio dengan penuh kehangatan. Pelukan tersebut menjadi simbol kasih sayang yang tulus, menghadirkan rasa aman dan perhatian yang selama ini mungkin jarang mereka rasakan.

Di hadapan anak-anak panti, Khairuddin membuka kisah hidupnya. Ia bercerita tentang masa lalu yang penuh keterbatasan, bagaimana dirinya berjuang dari titik nol hingga mencapai posisi saat ini. Kisah itu disampaikan dengan penuh emosi, menjadi motivasi sekaligus refleksi bagi semua yang hadir.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anak-anak yang kehilangan masa depan hanya karena alasan ekonomi. Pendidikan, menurutnya, adalah hak dasar yang harus diperjuangkan bersama oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

“Anak-anakku, Bapak juga pernah merasakan bagaimana sulitnya hidup. Ketika melihat kalian, Bapak seperti melihat masa lalu Bapak sendiri. Ini tidak boleh terjadi lagi, kalian harus tetap sekolah dan meraih cita-cita,” ucapnya dengan suara bergetar.

Puncak dari kunjungan tersebut terjadi ketika Khairuddin mengambil keputusan besar yang mengejutkan semua pihak. Dengan penuh keyakinan, ia menyatakan akan mengangkat Avil Mulyadi dan Dio Fatuta sebagai anak asuhnya.

Ia memastikan akan menanggung seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan hidup kedua anak tersebut hingga mereka mampu berdiri mandiri dan meraih masa depan yang lebih baik. Pernyataan itu disampaikan dengan tegas, tanpa keraguan.

“Mulai hari ini, kalian adalah anak Bapak. Semua kebutuhan kalian akan Bapak tanggung. Fokuslah belajar dan kejar cita-cita kalian setinggi mungkin,” tegasnya di hadapan seluruh penghuni panti.

Mendengar hal tersebut, Avil dan Dio tak mampu menahan tangis. Namun kali ini, air mata yang mengalir adalah tangis kebahagiaan dan rasa syukur. Harapan yang sempat redup kini kembali menyala terang.

Langkah cepat Khairuddin Simanjuntak ini langsung mendapat perhatian dan apresiasi luas dari berbagai pihak. Tindakan tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat kecil masih ada dan benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan pendidikan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan tanggung jawab bersama. Tidak boleh ada anak yang kehilangan haknya untuk belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.
# Andalusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835