TRIMATRANews | Padang (SUMBAR) — Menjelang penutupan tahun 2025, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Padang, Junaidi Rison, menggelar coffee morning akhir tahun bersama awak media sebagai ruang silaturahmi sekaligus refleksi menyeluruh atas kinerja pemasyarakatan sepanjang tahun berjalan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna tersebut dimanfaatkan sebagai forum dialog terbuka antara jajaran Lapas Kelas IIA Padang dengan insan pers, guna memperkuat pemahaman publik terhadap dinamika dan tantangan pemasyarakatan.
Dalam pertemuan itu, Kalapas Junaidi Rison menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang berimbang dan edukatif kepada masyarakat terkait sistem pemasyarakatan yang terus bertransformasi.
Ia menyoroti masih adanya pandangan keliru di tengah masyarakat yang memaknai lapas semata sebagai tempat hukuman, tanpa melihat proses pembinaan berkelanjutan yang dijalankan untuk membentuk kembali kepribadian dan kemandirian warga binaan.
Coffee morning akhir tahun tersebut juga menjadi momentum evaluasi capaian Lapas Kelas IIA Padang sepanjang 2025, mulai dari penguatan pembinaan kepribadian, keagamaan, hingga peningkatan keterampilan dan pendidikan warga binaan.
Kalapas memaparkan bahwa seluruh program pembinaan dirancang untuk mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan bekal moral, keterampilan, dan kepercayaan diri yang lebih baik.
Salah satu fokus utama yang disampaikan Junaidi Rison adalah penguatan akses pendidikan bagi narapidana, baik melalui program pendidikan kesetaraan maupun kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi dengan dukungan kerja sama perguruan tinggi.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki peran penting dalam menekan angka residivisme serta membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi warga binaan pasca menjalani masa pidana.
Selain aspek pendidikan, Kalapas juga menyoroti keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui unit kegiatan kerja yang melibatkan warga binaan dalam berbagai aktivitas produktif dan bernilai ekonomi.
Program tersebut dinilai tidak hanya memberikan keterampilan kerja, tetapi juga berkontribusi terhadap penerimaan negara bukan pajak sekaligus menopang keberlanjutan program pembinaan di dalam lapas.
Dalam suasana diskusi yang cair dan interaktif, awak media diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, kritik, serta pertanyaan terkait tantangan pemasyarakatan dan keterbukaan informasi publik.
Menanggapi hal itu, Junaidi Rison menegaskan komitmennya untuk terus membuka akses informasi dan membangun komunikasi yang transparan dengan media sebagai mitra strategis pemasyarakatan.
Ia menilai sinergi yang kuat dengan insan pers menjadi kunci agar perubahan paradigma pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pembinaan dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat luas.
Menutup kegiatan tersebut, Kalapas menyampaikan bahwa coffee morning akhir tahun bukan hanya penutup agenda 2025, melainkan pijakan awal untuk menyongsong program pembinaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan di tahun mendatang.
# HP




Tidak ada komentar:
Posting Komentar