Post Page Advertisement [Top]

 
TRIMATRANews | Pasaman (SUMBAR) — Sebuah lubang bekas galian milik PDAM Pasaman di kawasan perempatan Benteng, arah Perumnas Lubuk Sikaping, menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Sedikitnya lebih dari dua pengendara sepeda motor dilaporkan terperosok dan nyaris terjatuh akibat lubang yang menganga cukup dalam di titik lalu lintas padat tersebut.

Peristiwa itu terjadi dalam beberapa hari terakhir dan memicu keresahan warga sekitar. Lubang bekas galian yang tidak segera ditutup secara layak dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan pascapekerjaan utilitas, terutama di ruas jalan strategis yang ramai dilintasi kendaraan roda dua.

Menurut keterangan warga, lubang tersebut sulit terlihat terutama pada malam hari dan saat kondisi hujan. Minimnya rambu peringatan serta tidak adanya penutup permanen membuat pengendara kerap tidak sempat menghindar ketika melintas di perempatan tersebut.

Beberapa pengendara mengaku kehilangan keseimbangan saat roda depan motor terperosok ke dalam lubang. Beruntung, sejauh ini belum dilaporkan adanya korban jiwa, meski risiko kecelakaan serius dinilai sangat tinggi jika kondisi itu dibiarkan berlarut-larut.

PDAM Pasaman sebagai pihak pelaksana pekerjaan galian menjadi sorotan warga. Mereka menilai bahwa tanggung jawab tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan teknis semata, tetapi juga mencakup pemulihan kondisi jalan demi keselamatan publik.

Di tengah ketiadaan penanganan cepat dari pihak terkait, inisiatif justru datang dari warga. Pada pagi hari ini, sejumlah warga secara swadaya menyumpal lubang tersebut menggunakan batu untuk mengurangi kedalaman dan menekan risiko kecelakaan.

Langkah darurat itu setidaknya mampu memperkecil potensi korban baru, meski warga menyadari solusi tersebut bersifat sementara. Mereka berharap ada tindakan lanjutan berupa penutupan permanen dan pengaspalan ulang sesuai standar keselamatan jalan.

Warga sekitar perempatan Benteng menegaskan bahwa lokasi tersebut merupakan jalur vital menuju kawasan perumahan dan pusat aktivitas masyarakat. Karena itu, setiap kelalaian kecil berpotensi menimbulkan dampak besar bagi keselamatan pengguna jalan.

Sejumlah tokoh masyarakat juga mendesak agar instansi terkait, termasuk dinas teknis dan aparat pengawasan, segera turun tangan melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh terhadap bekas galian utilitas di wilayah Lubuk Sikaping.

Kasus ini kembali membuka diskusi publik mengenai tata kelola pekerjaan infrastruktur, khususnya koordinasi antara BUMD seperti PDAM Pasaman dengan pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan pascaproyek.

Pengamat lokal menilai bahwa standar operasional prosedur penutupan galian harus ditegakkan secara konsisten, termasuk pemasangan rambu, penutup sementara yang aman, serta pengawasan rutin hingga perbaikan permanen selesai dilakukan.

Tanpa langkah tegas dan cepat, kondisi serupa dikhawatirkan akan terus berulang di titik-titik lain, mengingat tingginya aktivitas pekerjaan utilitas di wilayah perkotaan Pasaman.

Masyarakat berharap kejadian ini menjadi peringatan serius bagi PDAM Pasaman dan instansi terkait agar lebih bertanggung jawab, profesional, dan berorientasi pada keselamatan publik dalam setiap pekerjaan di ruang jalan.
# HP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835