Post Page Advertisement [Top]

 
TRIMATRANews | Padang — Hujan yang turun tanpa jeda sejak pagi hari perlahan mengubah kawasan Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, menjadi hamparan air keruh. Genangan yang awalnya setinggi mata kaki meningkat cepat, merangsek masuk ke rumah-rumah warga dan memutus aktivitas harian masyarakat.

Menjelang malam, situasi kian genting. Air naik lebih cepat dari perkiraan, memaksa sebagian warga bertahan di dalam rumah dengan perasaan cemas. Jalan lingkungan yang biasa dilalui kendaraan berubah menjadi aliran deras yang menyulitkan evakuasi mandiri.
Di tengah kondisi itu, Tim Satuan Tugas Tanggap Bencana Lanud Sutan Sjahrir bergerak cepat. Di bawah komando langsung Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kolonel Nav Wahyu Bintoro, S.E., M.M., M.Han, personel TNI Angkatan Udara diterjunkan untuk memastikan keselamatan warga terdampak.

Kolonel Wahyu Bintoro menegaskan bahwa setiap menit sangat menentukan. Prioritas utama diberikan kepada kelompok rentan, terutama lansia, anak-anak, dan perempuan yang kesulitan bergerak saat air terus meninggi di malam hari.

Di lapangan, proses evakuasi dipimpin Kepala Dinas Operasi Lanud Sutan Sjahrir, Letkol Lek Rianto Lismara, S.T. Dengan perahu karet dan perlengkapan darurat, tim menyisir rumah ke rumah di tengah hujan yang belum menunjukkan tanda mereda.

Seragam basah dan sepatu yang terendam tidak menghalangi langkah para prajurit. Bersama unsur Babinpotdirga, mereka bahu-membahu mengangkat warga, memastikan setiap orang naik ke perahu dengan aman sebelum dibawa ke lokasi yang lebih tinggi.

Tangis anak-anak yang ketakutan kerap terdengar di sela suara hujan dan arus air. Para personel menenangkan mereka, memeluk, dan memberi rasa aman. Sebagian warga hanya sempat membawa tas kecil berisi dokumen penting dan pakaian seadanya.

Evakuasi berlangsung dengan kehati-hatian tinggi. Arus deras dan permukaan jalan yang tak terlihat memaksa tim menghitung setiap langkah. Teriakan minta tolong dari kejauhan segera direspons, memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

Kolonel Wahyu Bintoro menegaskan bahwa kehadiran TNI AU dalam situasi bencana adalah panggilan kemanusiaan. Baginya, tugas pertahanan negara juga mencakup kewajiban melindungi rakyat dalam kondisi darurat.

Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai TNI AU AMPUH—Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis—harus hadir nyata di lapangan. Bencana menjadi ujian sejauh mana semangat itu diwujudkan melalui tindakan, bukan sekadar slogan.

Meski kelelahan terlihat di wajah para personel, tidak satu pun yang mengendurkan komitmen. Proses evakuasi terus dilakukan hingga seluruh warga di titik rawan dipastikan berada di tempat aman.

Hingga larut malam, hujan masih mengguyur Padang. Namun di Dadok Tunggul Hitam, rasa cemas warga perlahan berganti harapan seiring hadirnya tangan-tangan prajurit yang menuntun mereka keluar dari bahaya.

Bagi warga Parak Jambu, peristiwa ini akan dikenang sebagai malam ketika banjir datang tanpa aba-aba, dan TNI Angkatan Udara hadir tanpa ragu, menembus hujan demi keselamatan sesama.

# HP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835