TRIMATRANews | Pasaman (SUMBAR) -- Pemerintah Kabupaten Pasaman mempercepat konsolidasi arah pembangunan daerah melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Kegiatan strategis tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suhery dan menjadi titik temu penting antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan visi pembangunan dengan kebutuhan riil masyarakat.
Forum ini dirancang sebagai ruang partisipatif yang menempatkan aspirasi publik sebagai fondasi utama perencanaan, sekaligus memastikan sinkronisasi kebijakan daerah dengan prioritas pembangunan provinsi dan nasional.
Kehadiran unsur DPRD, Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, camat, wali nagari, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi pemuda menegaskan komitmen kolektif dalam membangun Pasaman secara inklusif.
Dalam arahannya, Bupati Welly Suhery menekankan bahwa kualitas perencanaan menjadi kunci keberhasilan pembangunan, sehingga RKPD 2027 harus menjadi satu-satunya rujukan dalam penyusunan rencana kerja dan penganggaran perangkat daerah.
Ia menegaskan tidak boleh ada program yang berjalan di luar dokumen perencanaan yang telah disepakati, demi menjaga konsistensi kebijakan dan efektivitas penggunaan anggaran daerah.
Menurut Bupati, disiplin perencanaan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Welly Suhery juga menekankan pentingnya implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD sebagai peta jalan pembangunan jangka menengah Kabupaten Pasaman.
RPJMD tersebut, kata dia, harus diterjemahkan secara operasional oleh seluruh perangkat daerah hingga ke tingkat kecamatan dan nagari, agar misi “Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan” dapat diwujudkan secara konkret.
Bupati meminta para camat dan wali nagari untuk bersikap proaktif dalam mengawal aspirasi masyarakat, sekaligus memastikan program yang diusulkan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
Sinergi antara pemerintah daerah dan partisipasi publik diyakini mampu mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat daya saing ekonomi lokal, serta menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Forum konsultasi publik ini juga menjadi sarana evaluasi awal terhadap tantangan pembangunan ke depan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik hingga penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Di akhir kegiatan, Bupati Welly Suhery menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi aktif dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Pemerintah Kabupaten Pasaman optimistis dapat menyusun dokumen RKPD 2027 dan RPJMD 2025–2029 yang kredibel, adaptif, serta mampu menjawab tantangan zaman demi masa depan Pasaman yang lebih sejahtera.
# Andalusia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar