TRIMATRANews | Pasaman — Komitmen Bupati Pasaman Welly Suhery dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat terus diperkuat melalui Program Unggulan (Progul) Pasaman Cerdas. Program ini difokuskan pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi utama pembangunan daerah ke depan.
Melalui program tersebut, Bupati Welly Suhery menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anak-anak di Kabupaten Pasaman yang terpaksa putus sekolah atau drop out akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Pendidikan dinilai sebagai hak dasar yang harus dijamin keberlangsungannya.
Menurut Welly, pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun masa depan daerah yang lebih baik. Ia menilai bahwa investasi pada sektor pendidikan akan melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing dan menghadapi tantangan global.
Penegasan itu disampaikan saat dirinya menyerahkan secara simbolis bantuan biaya pendidikan melalui Program Pasaman Cerdas yang dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pasaman.
Kegiatan yang berlangsung di Balairong Pusako Anak Nagari, Lubuk Sikaping, pada Jumat (23/1/2026), menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat dalam mendukung pendidikan tinggi bagi putra-putri Pasaman.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Sikaping Hendri Arifin, Sekretaris Daerah Pasaman Yudesri, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman.
Ketua BAZNAS Kabupaten Pasaman, Asnil M, menjelaskan bahwa pada tahap penyaluran kali ini, bantuan diberikan kepada sebanyak 426 mahasiswa yang berasal dari berbagai kecamatan di Pasaman.
Ia merinci bahwa besaran bantuan disesuaikan dengan lokasi perguruan tinggi tempat mahasiswa menempuh pendidikan. Untuk mahasiswa yang berkuliah di dalam Kabupaten Pasaman diberikan bantuan sebesar Rp750 ribu.
Sementara itu, mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar kabupaten namun masih dalam wilayah Provinsi Sumatera Barat menerima bantuan sebesar Rp1 juta. Sedangkan bagi mahasiswa yang berkuliah di luar provinsi mendapatkan bantuan sebesar Rp1,5 juta.
Dalam arahannya, Bupati Welly Suhery menyampaikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS atas konsistensi dalam mendukung program-program pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
Ia menegaskan bahwa dana yang disalurkan merupakan amanah dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pasaman yang harus dikelola secara tepat dan transparan.
“Program ini adalah bentuk nyata penerjemahan nilai-nilai keagamaan ke dalam kepedulian sosial. Kami berharap bantuan ini mampu meringankan beban mahasiswa sehingga tidak ada lagi anak Pasaman yang putus kuliah karena alasan biaya,” ujar Welly.
Selain itu, Bupati juga mendorong para mahasiswa penerima bantuan agar lebih giat belajar, menjaga integritas, serta memiliki semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa depan.
Lebih lanjut, Welly mengingatkan BAZNAS agar terus melakukan evaluasi dan pembaruan data penerima bantuan. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar program benar-benar tepat sasaran.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dengan memanggil mahasiswa satu per satu, yang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta doa bersama untuk keberkahan para muzakki dan kemajuan pendidikan di Kabupaten Pasaman.
# Andalusia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar