TRIMATRANews | Padang (SUMBAR) -- Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan yang penuh berkah, keluarga besar Kepolisian Daerah Sumatera Barat menggelar doa bersama sebagai ikhtiar spiritual memohon perlindungan dan keberkahan Allah SWT bagi seluruh insan Bhayangkara. Kegiatan yang berlangsung di lapangan hijau Mapolda Sumbar itu menjadi ruang refleksi kolektif di tengah padatnya tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Doa bersama tersebut dipimpin oleh Ustadz Adi Hidayat dan dihadiri langsung oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, jajaran pejabat utama, serta seluruh personel di lingkungan Polda Sumbar. Sejak awal acara, suasana khidmat terasa menyelimuti lapangan, menghadirkan ketenangan di antara barisan seragam cokelat yang berdiri rapi dalam satu saf doa.
Momentum spiritual ini bukan sekadar seremoni keagamaan. Di tengah dinamika tugas kepolisian yang kompleks, Ramadan dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat dimensi batin dan moral aparat penegak hukum. Doa bersama menjadi simbol bahwa pengabdian kepada masyarakat juga bertumpu pada kekuatan nilai-nilai ilahiah.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Adi Hidayat menekankan pentingnya menjaga integritas, keikhlasan, dan profesionalisme dalam menjalankan amanah sebagai aparat penegak hukum. Ia mengingatkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berdimensi institusional, tetapi juga bernilai ibadah apabila dilandasi niat tulus dan dijalankan sesuai prinsip kebenaran.
Menurutnya, setiap keputusan yang diambil aparat akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya secara hukum dan administratif, tetapi juga secara moral di hadapan Allah SWT. Karena itu, ia mengajak seluruh personel untuk menjadikan Ramadan sebagai titik balik memperbaiki diri dan memperkuat komitmen pengabdian.
Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta dalam sambutannya menegaskan bahwa doa bersama ini merupakan momentum penting untuk memperkuat spiritualitas sekaligus soliditas internal anggota Polri. Ia menilai, kekuatan institusi tidak hanya diukur dari kemampuan operasional, tetapi juga dari kekokohan moral para anggotanya.
Ia berharap seluruh personel terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan presisi. Dalam konteks pengamanan Ramadan, pendekatan yang mengedepankan empati dan komunikasi dinilai menjadi kunci menjaga situasi tetap kondusif.
“Melalui doa bersama ini, kita memohon agar seluruh personel Polda Sumbar senantiasa diberikan perlindungan dalam setiap pelaksanaan tugas, dijauhkan dari hal-hal yang dapat mencederai institusi, serta diberi kemudahan dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta di hadapan peserta yang hadir.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi di tengah tantangan era digital yang menuntut transparansi dan akuntabilitas tinggi. Menurutnya, setiap tindakan anggota di lapangan mencerminkan wajah Polri secara keseluruhan.
Doa yang dipanjatkan bersama menjadi simbol kesadaran kolektif bahwa pengabdian bukan semata-mata soal kewenangan, melainkan tanggung jawab besar yang menyangkut kepercayaan publik. Ramadan dimaknai sebagai ruang memperkuat niat dan membersihkan hati dalam menjalankan amanah negara.
Kegiatan ditutup dengan doa yang kembali dipimpin oleh Ustadz Adi Hidayat, memohon keberkahan bagi institusi Polri serta keselamatan bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat. Lantunan doa yang mengalun pelan menjadi penanda berakhirnya rangkaian acara yang sarat makna spiritual tersebut.
Dengan semangat spiritual yang diperkuat melalui kegiatan ini, Polda Sumbar berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Di tengah suasana Ramadan, ikhtiar batin ini diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Ranah Minang.
# Red | Hp






Tidak ada komentar:
Posting Komentar