TRIMATRANews | Pasaman (SUMBAR) — Wakil Bupati Pasaman, H. Parulian, memimpin langsung rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Pasaman di Kecamatan Rao, Selasa (3/3/2026), dengan agenda yang tidak sekadar seremonial. Kegiatan tersebut dirancang sebagai momentum penguatan infrastruktur, penyaluran bantuan sosial strategis, serta konsolidasi program unggulan daerah di tingkat nagari.
Sejak sore hari, kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Pasaman itu terasa berbeda. Selain agenda resmi, ia menyempatkan diri berinteraksi dengan pedagang dan pengunjung di Pasar Rao. Di tengah denyut aktivitas ekonomi masyarakat, H. Parulian membagikan takjil gratis sembari berdialog santai, menyerap aspirasi langsung dari pelaku usaha kecil.
Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan yang disusun di tingkat kabupaten benar-benar berpijak pada realitas masyarakat. Bagi H. Parulian, Safari Ramadhan harus menjadi ruang pertemuan antara kebijakan dan kebutuhan warga.
Dalam sambutannya di Masjid Nurul Iman, Wakil Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti setiap aspirasi teknis yang disampaikan masyarakat. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan visi besar “Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan” sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah lima tahunan.
“Safari Ramadhan bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan komunikasi. Kami ingin memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan warga di tingkat nagari,” tegas H. Parulian di hadapan jamaah dan tokoh masyarakat yang memadati masjid.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sepuluh Program Unggulan 100 Hari Kerja yang tengah digerakkan pemerintah daerah. Program tersebut meliputi layanan Ambulans Gratis, Seragam Sekolah Gratis, hingga Program Bajak Gratis bagi petani sebagai bentuk keberpihakan terhadap sektor pendidikan dan pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Pasaman.
Tak hanya itu, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya sinergi daerah dalam menyukseskan program strategis nasional, termasuk Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah harus diperkuat agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh keluarga prasejahtera.
Sebagai wujud konkret kepedulian pemerintah, Safari Ramadhan di Rao ditutup dengan penyerahan berbagai bantuan sosial dan keagamaan. Bantuan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) disalurkan kepada warga di Kubu Cotu, Nagari Tarung-Tarung, serta Jorong IV Sungai Ranyah Hilir, Nagari Languang, guna meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah Kabupaten Pasaman juga menyerahkan hibah sebesar Rp15.000.000 dan satu gulung karpet untuk Masjid Nurul Iman sebagai dukungan terhadap sarana ibadah. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Pasaman, bantuan santunan turut disalurkan kepada sepuluh fakir miskin. Selain itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman menyerahkan mushaf Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan literasi religi di tengah masyarakat.
Dukungan juga datang dari sektor perbankan. BRI Cabang Lubuk Sikaping memberikan bantuan tunai, sementara Bank Nagari menghadirkan dukungan operasional untuk mendukung kelancaran kegiatan sosial tersebut.
Kegiatan Safari Ramadhan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, unsur Asisten I, Staf Ahli, jajaran Kepala OPD, Camat, Wali Nagari, KUA, serta tokoh masyarakat dan jamaah setempat. Kehadiran lintas unsur pemerintahan menunjukkan soliditas internal dalam mengawal agenda pembangunan daerah.
Menanggapi kunjungan tersebut, tokoh masyarakat Nawawi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah. Ia berharap aspirasi terkait pembersihan badan jalan di lingkungan sekitar segera ditindaklanjuti demi kelancaran akses transportasi masyarakat menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri.
Safari Ramadhan yang dipimpin H. Parulian di Rao pun menegaskan satu pesan penting: pembangunan tidak boleh berhenti pada tataran wacana. Di bulan suci, komitmen itu diterjemahkan dalam langkah nyata—mendekat, mendengar, dan menghadirkan solusi langsung bagi masyarakat Pasaman.
# Andalusia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar