TRIMATRANews | Pasaman (SUMBAR) — Kepulangan Rano Karno ke kampung leluhurnya di Bonjol, Kabupaten Pasaman, Selasa (14/4/2026), menjelma menjadi peristiwa penuh haru yang membangkitkan kebanggaan kolektif masyarakat. Sosok yang dikenal luas sebagai “Si Doel” itu disambut langsung oleh Welly Suhery bersama jajaran pemerintah daerah dan ribuan warga yang memadati kawasan penyambutan.
Momen “pulang kampuang” ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan perjalanan emosional yang sarat makna sejarah dan silsilah keluarga. Setelah puluhan tahun merantau, kerinduan terhadap tanah asal akhirnya terobati dalam suasana hangat penuh kekeluargaan.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai nagari dan kejorongan telah berkumpul di kawasan Tugu Equator Bonjol yang berdekatan dengan Museum Tuanku Imam Bonjol. Lokasi tersebut menjadi pusat penyambutan simbolis bagi putra keturunan Bonjol yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Mereka rela menunggu berjam-jam demi menyaksikan langsung kedatangan tokoh yang telah lama dikenal melalui dunia seni peran. Suasana semakin semarak ketika rombongan tiba tepat pukul 09.30 WIB.
Rano Karno hadir bersama istrinya, Dewi Karno, serta kerabat keluarga. Meski ini merupakan kunjungan ketiga ke Bonjol, namun jarak waktu yang panjang membuat momen kali ini terasa lebih istimewa dan emosional bagi masyarakat.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan suguhan Tari Pasambahan, simbol penghormatan adat Minangkabau kepada tamu kehormatan. Bupati Welly Suhery dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kepulangan tokoh nasional berdarah Bonjol tersebut.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Rano Karno menjadi kebanggaan sekaligus inspirasi bagi masyarakat Pasaman. Menurutnya, pemilihan lokasi di Museum Tuanku Imam Bonjol memiliki nilai historis kuat yang menghubungkan masa lalu perjuangan dengan masa depan pembangunan daerah.
Bupati juga berharap kunjungan ini tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi, tetapi dapat berlanjut pada kontribusi nyata bagi kemajuan Pasaman, khususnya dalam pengembangan potensi wisata dan sektor strategis lainnya.
Dalam kesempatan itu, Welly Suhery turut menyinggung potensi kawasan equator dan rencana pengembangan planetarium sebagai daya tarik wisata unggulan. Ia optimistis, dengan dukungan berbagai pihak termasuk tokoh nasional seperti Rano Karno, Pasaman akan semakin dikenal luas.
Sementara itu, Rano Karno mengaku terharu atas sambutan luar biasa yang diberikan masyarakat dan pemerintah daerah. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kehangatan yang dirasakannya sejak tiba di tanah leluhur.
Lebih jauh, ia membuka peluang kerja sama antara daerah dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya di sektor pertanian dan pasokan pangan. Menurutnya, keterbatasan lahan di Jakarta dapat menjadi peluang bagi daerah seperti Pasaman untuk berkembang.
Rano Karno juga mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan amanah dari almarhum ibundanya yang ingin kembali ke Sumatera Barat. Ia berkomitmen menjaga silsilah keluarga agar tetap terhubung dengan akar budaya dan sejarah.
Selama kunjungan, sejumlah agenda penting telah disiapkan, mulai dari peletakan batu pertama rumah keluarga, ziarah ke makam leluhur, hingga mengikuti tradisi makan bajamba di rumah pusako keluarga di Kampuang Jambak. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol penguatan ikatan budaya Minangkabau yang kental dengan nilai kebersamaan.
# Andalusia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar