TRIMATRANews | PADANG PARIAMAN (SUMBAR) — Aktivitas sejumlah becak motor yang diduga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi secara berulang kali di salah satu SPBU di Kabupaten Padang Pariaman menjadi perhatian masyarakat, Selasa (12/5/2026) siang. Kendaraan roda tiga tersebut terlihat mondar-mandir keluar masuk area SPBU dengan pola pengisian yang dinilai tidak biasa.
Pantauan warga di sekitar lokasi menyebutkan, becak motor tersebut datang secara bergantian dan melakukan pengisian BBM subsidi beberapa kali dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya praktik penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.
Sejumlah masyarakat yang berada di lokasi mengaku heran dengan aktivitas kendaraan tersebut. Pasalnya, kendaraan yang sama disebut terlihat kembali antre setelah beberapa saat meninggalkan area pengisian bahan bakar.
Menurut keterangan warga, aktivitas itu berlangsung pada siang hari saat antrean kendaraan di SPBU cukup ramai. Situasi tersebut membuat perhatian pengendara lain tertuju pada gerak-gerik becak motor yang berulang kali masuk ke jalur pengisian BBM subsidi.
Masyarakat berharap pihak pengelola SPBU lebih memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang melakukan pengisian berulang, terutama untuk BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Selain itu, warga juga meminta aparat terkait turun melakukan pengecekan guna memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut.
BBM subsidi sendiri merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat kecil dan sektor tertentu agar tetap mendapatkan bahan bakar dengan harga terjangkau. Karena itu, penyalurannya diharapkan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.
Aktivitas kendaraan yang dicurigai melakukan pengisian berulang kali kerap menjadi perhatian masyarakat di berbagai daerah. Praktik seperti ini dinilai dapat mengganggu distribusi BBM subsidi bagi pengguna lain yang benar-benar membutuhkan.
Warga berharap pengawasan digital maupun pemeriksaan identitas kendaraan dapat diterapkan lebih maksimal untuk mencegah adanya kendaraan yang mencoba mengisi BBM subsidi melebihi ketentuan.
Di sisi lain, masyarakat juga meminta adanya transparansi dan tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM subsidi. Hal itu penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap sistem distribusi energi bersubsidi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU terkait aktivitas becak motor yang diduga melakukan pengisian BBM subsidi secara berulang tersebut.
Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan evaluasi serta pengawasan rutin di sejumlah SPBU agar penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan bersama dalam menjaga distribusi BBM subsidi agar tetap tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
# Red|hp




Tidak ada komentar:
Posting Komentar