Post Page Advertisement [Top]

 
TRIMATRANews | Pasaman (SUMBAR) — Di balik dinding kayu yang lapuk, lantai tanah yang lembab, dan atap bocor yang selama bertahun-tahun menjadi saksi kehidupan penuh keterbatasan, kini mulai tumbuh secercah harapan baru bagi masyarakat miskin di Kabupaten Pasaman. Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery bersama Wakil Bupati H. Parulian menghadirkan Program Bantuan Rumah Layak Huni sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat kurang mampu.

Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut menjadi salah satu program prioritas daerah dalam periode kepemimpinan 2025–2030. Sejak diluncurkan pada Mei 2025, bantuan rumah layak huni terus bergerak menjangkau masyarakat hingga ke pelosok nagari, terutama warga yang selama ini tinggal di rumah dalam kondisi memprihatinkan dan tidak layak huni.

Tak sekadar membangun fisik rumah, program ini juga membawa harapan baru bagi keluarga-keluarga kecil yang selama bertahun-tahun hidup dalam rasa cemas akibat kondisi tempat tinggal yang nyaris roboh. Kini, perlahan mereka mulai merasakan kenyamanan tinggal di rumah yang lebih aman, sehat, dan manusiawi.
Data Pemerintah Kabupaten Pasaman mencatat, sepanjang tahun 2025 program tersebut telah merealisasikan pembangunan sebanyak 741 unit rumah baru serta renovasi terhadap 203 unit rumah warga. Sementara pada tahun 2026, program kembali dilanjutkan melalui pembangunan 20 unit rumah baru dan renovasi 53 unit rumah lainnya.

Bagi masyarakat penerima bantuan, program tersebut menjadi berkah yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Rumah reyot yang dahulu hampir ambruk kini perlahan berubah menjadi hunian yang lebih layak dan bermartabat untuk ditempati bersama keluarga.

“Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi tempat lahirnya harapan dan masa depan keluarga. Pemerintah harus hadir untuk rakyat kecil,” ujar Bupati Welly Suhery saat meninjau salah satu rumah penerima bantuan di wilayah terpencil Pasaman beberapa waktu lalu.

Di sejumlah nagari, kondisi rumah warga memang sangat memprihatinkan. Ada warga lanjut usia yang hidup seorang diri di rumah berdinding anyaman bambu yang nyaris roboh. Ada pula keluarga petani yang harus bertahan setiap musim hujan karena air masuk dari celah-celah atap bocor dan dinding rapuh.

Kini, melalui program RTLH Pemerintah Kabupaten Pasaman, rumah-rumah tersebut mulai dibangun kembali secara bertahap. Pelaksanaan program juga melibatkan semangat gotong royong masyarakat setempat agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan warga.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman, Hasrizal, didampingi Ketua BAZNAS Pasaman Asnil M saat jumpa pers di Dinas Kominfo Pasaman, Senin (18/5/2026), menjelaskan bahwa program bantuan Rumah Layak Huni merupakan bagian dari Program Unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Tahun 2025–2030 yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Hasrizal, program tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendukung pencapaian indikator pembangunan daerah, sekaligus menunjang Program Strategis Nasional yang sejalan dengan rencana strategis dinas terkait.

“Tujuan utama program ini adalah membantu masyarakat miskin dan rentan miskin agar memiliki tempat tinggal yang memenuhi standar kelayakan, sekaligus mengurangi kawasan permukiman kumuh dan menekan angka kemiskinan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sasaran program diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, penerima bantuan yang telah terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 hingga 4, serta masyarakat yang memiliki semangat swadaya dalam memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka.

Tak sedikit warga yang menangis haru saat proses renovasi rumah dimulai. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar material bangunan berupa semen, papan, dan genteng, melainkan bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap kehidupan rakyat kecil.

“Selama puluhan tahun kami tinggal dalam ketakutan kalau rumah roboh. Sekarang kami merasa diperhatikan,” ungkap salah seorang warga penerima bantuan dengan mata berkaca-kaca.

Meski dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran dan keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Pasaman tetap berkomitmen menjalankan program-program pro rakyat. Bantuan Rumah Tidak Layak Huni menjadi salah satu prioritas utama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sekaligus nilai kemanusiaan.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Pasaman Bangkit yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi memastikan masyarakat kecil benar-benar merasakan kehadiran pemerintah secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Di balik rumah-rumah baru yang kini mulai berdiri di sudut-sudut kampung Pasaman, tersimpan kisah perjuangan, air mata, dan harapan baru masyarakat kecil. Pemerintah Kabupaten Pasaman ingin memastikan tidak ada lagi warga yang harus hidup di rumah nyaris roboh tanpa perhatian dan kepedulian dari negara.

# Andalusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835