TRIMATRANews | Padang (SUMBAR) – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 kembali menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat, semangat kebangsaan dinilai harus terus dipelihara agar Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Pimpinan Redaksi TRIMATRANews, Hendri Payan, menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis maupun simbol negara yang diperingati setiap tahun. Menurutnya, Pancasila merupakan roh kehidupan berbangsa yang selama ini menjadi penuntun arah perjalanan Indonesia sejak kemerdekaan hingga saat ini.
Dalam pandangannya, perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus globalisasi telah menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan baru bagi masyarakat. Kemajuan tersebut membawa dampak positif dalam berbagai sektor, namun juga berpotensi memunculkan perpecahan apabila tidak diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Ia menilai bahwa era digital telah mengubah cara masyarakat menerima dan menyebarkan informasi. Kecepatan informasi yang bergerak dalam hitungan detik menuntut setiap individu memiliki kemampuan menyaring berbagai konten yang beredar agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun narasi yang dapat merusak persatuan.
Menurut Hendri Payan, salah satu tantangan besar yang dihadapi bangsa saat ini adalah menurunnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersamaan dalam keberagaman. Padahal, Indonesia dibangun di atas fondasi perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa yang selama ini menjadi kekuatan utama bangsa.
Dalam konteks tersebut, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dinilai tetap relevan untuk menjawab berbagai persoalan kebangsaan. Prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial menjadi pedoman yang mampu memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika kehidupan modern.
Hendri Payan menekankan bahwa ukuran kemajuan sebuah bangsa tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun perkembangan teknologi. Kemajuan yang sesungguhnya, menurutnya, tercermin dari kemampuan masyarakat untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan tetap menghormati perbedaan dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Sebagai insan pers, ia juga menyoroti pentingnya peran media dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat semangat kebangsaan. Pers memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat.
Di tengah maraknya informasi yang belum tentu terverifikasi, media dituntut untuk tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalistik. Kehadiran pers yang profesional menjadi salah satu benteng penting dalam menjaga kualitas ruang publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang mereka terima.
Lebih lanjut, Hendri Payan mengingatkan bahwa pers tidak boleh menjadi instrumen yang memperuncing perbedaan maupun memperbesar konflik sosial. Sebaliknya, media harus mampu menjadi jembatan komunikasi yang mempererat persatuan serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Momentum Hari Lahir Pancasila, menurutnya, harus dimaknai sebagai ajakan untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa telah terbukti menjadi faktor utama yang membuat Indonesia mampu bertahan menghadapi berbagai ujian sejarah.
Melalui semangat yang selama ini diusung TRIMATRANews, yakni “Objektif mengungkapkan fakta”, Hendri Payan berharap seluruh lapisan masyarakat dapat terus menjaga nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila harus hadir tidak hanya dalam pidato dan seremoni, tetapi juga dalam tindakan nyata yang mencerminkan rasa saling menghormati dan gotong royong.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 pun menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan seluruh anak bangsa untuk menjaga persatuan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, Indonesia diyakini akan mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus mewujudkan cita-cita pembangunan yang adil, damai, dan berkelanjutan.
#Red|Tim




Tidak ada komentar:
Posting Komentar