TRIMATRANews | Pasaman (SUMBAR) — Masa pengabdian Sabar AS sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasaman resmi berakhir dengan torehan capaian yang mengundang apresiasi luas. Di penghujung masa jabatannya, kinerja PMI Pasaman justru menunjukkan lonjakan signifikan, menempatkan organisasi ini sebagai salah satu yang terbaik di tingkat kabupaten se-Sumatera Barat.
Pengakuan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Pasaman yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Pasaman. Forum tersebut menjadi panggung evaluasi sekaligus refleksi atas perjalanan kepemimpinan Sabar AS selama periode 2022–2026.
Mewakili PMI Provinsi Sumatera Barat, Wakil Ketua Aim Zein menyampaikan penilaian positif terhadap kepemimpinan Sabar AS. Ia menilai keberhasilan yang dicapai tidak terlepas dari kemampuan manajerial dan visi kepemimpinan yang kuat dalam membangun organisasi yang solid dan responsif.
Menurut Aim Zein, salah satu indikator keberhasilan paling nyata adalah terjaganya ketersediaan stok darah yang stabil bahkan melampaui kebutuhan. Kondisi ini dinilai sebagai capaian strategis yang berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan Sabar AS tidak hanya berfokus pada penguatan internal organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat luas. Hal ini mencerminkan orientasi kepemimpinan yang berpihak pada kebutuhan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Aim Zein juga mengingatkan pentingnya kesinambungan program. Ia berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan fondasi yang telah dibangun, sekaligus menjadikannya pijakan untuk inovasi ke depan.
Sementara itu, dalam pidato perpisahannya, Sabar AS menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan relawan yang telah berkontribusi selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih merupakan hasil kerja kolektif, bukan semata pencapaian individu.
Ia mengungkapkan, saat pertama kali menjabat, PMI Pasaman menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi sarana prasarana maupun tata kelola organisasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan awal yang mendorong dilakukannya pembenahan menyeluruh.
Langkah strategis yang diambil mencakup penataan fasilitas kantor, penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat kecamatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap namun konsisten.
Tidak hanya berhenti pada aspek fisik, transformasi juga menyasar sistem manajemen organisasi agar lebih transparan, sistematis, dan profesional. Perubahan ini menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pelayanan PMI kepada masyarakat.
Hasilnya, PMI Pasaman tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan darah, tetapi juga mencatat kondisi surplus stok darah. Kondisi ini menjadi cadangan penting dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.
Capaian lain yang tak kalah penting adalah peningkatan layanan kesehatan, di mana selama masa kepemimpinan Sabar AS tidak ditemukan lagi kasus kematian ibu melahirkan akibat kekurangan darah. Hal ini menjadi indikator nyata keberhasilan pelayanan kemanusiaan yang dijalankan.
Ketua PMI Pasaman terpilih, Parulian Dalimunte, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak agar PMI Pasaman terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
# Andalusia





Tidak ada komentar:
Posting Komentar