Post Page Advertisement [Top]

 
 
TRIMATRANews | PADANG – Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat memadati kawasan Car Free Day di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat, Minggu (21/6/2026) pagi. Kegiatan yang dihadiri oleh ribuan peserta ini digelar dengan penuh semangat dan kesadaran tinggi dalam rangka pelaksanaan Deklarasi Anti Narkoba dan LGBT.
 
Inisiatif ini diselenggarakan oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Barat. Acara ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan menjadi simbol kuat dari tekad bersama seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga masa depan daerah dengan melindungi generasi muda dari berbagai persoalan sosial yang dinilai mengancam.
 
Tekad Bersama di Atas Kain Putih,

Inti dari kegiatan ini ditandai dengan aksi penandatanganan secara serentak di atas kain putih sepanjang satu kilometer. Tindakan ini dilakukan oleh para kepala daerah, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, hingga ribuan warga yang hadir.
 
Tanda tangan tersebut menjadi bukti nyata komitmen seluruh elemen untuk menolak keras penyalahgunaan narkoba, tawuran, pergaulan bebas, serta segala bentuk penyimpangan sosial yang bertentangan dengan nilai luhur agama dan budaya Minangkabau.
 
Hadir dalam acara tersebut antara lain Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir, Sekretaris Daerah Provinsi Arry Yuswandi yang mewakili Gubernur Sumbar, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno, Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Datuak Sati, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh elemen masyarakat.
 
Keluarga Garda Terdepan Pembentuk Karakter

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada LKAAM dan Forkopimda atas gagasan yang sangat penting ini. Menurutnya, gerakan kolektif semacam ini adalah langkah nyata dalam memperkuat perlindungan bagi generasi muda Minangkabau di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks saat ini.
 
Fadly Amran menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang berkomitmen kuat dalam upaya pencegahan, yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, namun lebih utama melalui pembinaan karakter sejak usia dini yang berlandaskan nilai agama dan budaya.
 
“Pemko Padang mengapresiasi deklarasi ini sebagai wujud komitmen bersama menolak berbagai bentuk penyimpangan. Kota Padang dan Sumatera Barat harus menjadi daerah yang diberkahi, berlandaskan falsafah hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tegas Fadly Amran.
 
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Padang terus mengoptimalkan berbagai program unggulan yang sudah berjalan, yaitu: Program Smart Surau sebagai pusat pembinaan dan pengembangan karakter generasi muda
 Program Sinergi Nagari melalui peran strategis Dubalang Kota dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan
 
Selain program pembinaan masyarakat, Pemerintah Kota Padang juga sedang menyiapkan sinergi regulasi baru. Yakni penyelarasan antara Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) dengan Peraturan Daerah tentang Penguatan Nagari. Langkah ini bertujuan memperkuat peran hukum adat dalam pembinaan sosial serta pemberian sanksi sosial bagi perilaku yang menyimpang.
 
“Keluarga memiliki posisi paling strategis dalam membentuk karakter anak. Jangan sampai orang tua lengah atau tidak peduli terhadap perkembangan anak di tengah derasnya pengaruh negatif yang datang dari berbagai arah. Mari kita bersama-sama dukung program-program ini untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda,” ajak Fadly Amran.
 
Kolaborasi Semua Pihak Kunci Keberhasilan

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menekankan bahwa deklarasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan bentuk komitmen nyata seluruh elemen bangsa dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba dan berbagai persoalan sosial lainnya.
 
“Pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, melibatkan keluarga, sekolah, lingkungan, hingga tempat ibadah. Kolaborasi dan sinergi seluruh unsur masyarakat adalah kunci utama untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
 
Ia juga mendorong agar pembentukan Kampung Bebas Narkoba terus digalakkan di berbagai wilayah di Sumatera Barat. Selain itu, Kapolda juga mengusulkan pemberian penghargaan bagi generasi muda yang aktif dalam kegiatan pembinaan karakter, sebagai bentuk motivasi untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif.
 
Upaya Pencegahan Strategi Paling Efektif

Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid menjelaskan bahwa upaya pencegahan adalah strategi paling efektif dan utama dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika di masyarakat.
 
Berdasarkan data hasil survei prevalensi tahun 2019 lalu, tercatat sekitar 65 ribu warga Sumatera Barat pernah menyalahgunakan narkotika. Oleh karena itu, peran serta dan kesadaran dari seluruh elemen masyarakat menjadi sangat krusial untuk dapat mengurangi bahkan memutus rantai peredaran dan penyalahgunaan zat adiktif tersebut.
 
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan harapan besar agar Sumatera Barat senantiasa menjadi daerah yang dijaga, bersih dari ancaman narkoba, serta terus melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, berbudi luhur dan menjadi aset bangsa di masa depan.

#Andalusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835