Post Page Advertisement [Top]

 
TRIMATRANews | Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu perhatian utama dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak usia sekolah kembali mendapatkan sorotan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengajukan pembaruan signifikan terkait mekanisme penyaluran bantuan tersebut agar lebih tepat sasaran dan efisien. Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, mengusulkan agar dana bantuan tidak lagi dikelola melalui pihak ketiga, melainkan ditransfer langsung ke rekening penerima menggunakan kartu ATM khusus yang disiapkan untuk program ini.
 
Menurut Romy Sukarno , skema penyaluran langsung ini dipilih untuk menyederhanakan birokrasi sekaligus menekan risiko penyimpangan anggaran yang sering dikhawatirkan dalam pelaksanaan program bantuan berskala besar. “Kalau dananya masuk langsung ke tangan orang tua, pengawasannya jadi lebih mudah. Tidak ada lagi jalur perantara yang berpotensi mengurangi jumlah bantuan yang seharusnya diterima anak,” jelasnya dalam pertemuan kerja baru-baru ini.
 
Ia menambahkan, besaran dana yang diusulkan adalah Rp15.000 per hari untuk setiap anak yang terdaftar sebagai penerima manfaat. Nilai tersebut dianggap cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan gizi dasar. “Dana Rp15.000 itu bisa dimanfaatkan orang tua untuk membeli bahan makanan dan memasak sendiri di rumah. Orang tua paling tahu selera dan kebutuhan kesehatan anaknya masing-masing,” ujarnya.
 
Rincian lengkap usulan skema baru:
- Nilai bantuan: Rp15.000 per hari per anak, berlaku pada hari aktif sekolah
- Cara penyaluran: Ditransfer otomatis ke rekening pribadi melalui kartu ATM khusus MBG yang terintegrasi dengan sistem perbankan nasional
- Kegunaan: Fleksibel untuk membeli bahan pangan bergizi, susu, buah, atau kebutuhan makan anak sehari-hari
- Kalkulasi untuk keluarga: Jika satu keluarga memiliki dua anak penerima, maka total dana yang diterima mencapai Rp30.000 per hari, dan seterusnya sesuai jumlah anak yang memenuhi syarat
 
Meski mengusulkan sistem transfer langsung sebagai opsi utama, DPR tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan yang beragam. Romy menyampaikan bahwa ada alternatif lain yang juga dikaji, yaitu pengelolaan program melalui dapur pusat terpadu atau kerja sama dengan kantin sekolah yang telah memenuhi standar kebersihan dan gizi.
 
“Di daerah perkotaan mungkin akses pasar dan bahan makanan mudah, jadi sistem transfer langsung cocok. Namun di daerah terpencil yang aksesnya terbatas, penyediaan makanan langsung di sekolah lewat kantin atau dapur bersama bisa jadi solusi yang lebih praktis agar anak tetap terjamin makannya,” terangnya.
 
Usulan ini saat ini sedang dibahas bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan untuk meninjau aspek teknis, anggaran, serta cakupan wilayah pelaksanaannya. Jika disetujui, perubahan mekanisme ini diharapkan dapat membuat Program MBG berjalan lebih efektif, meningkatkan kepuasan masyarakat, serta benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan gizi dan prestasi belajar anak-anak Indonesia.

#Andalusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835