TRIMATRANews | Pasaman, 7 Juli 2026 – Sebuah langkah terobosan yang mengusung prinsip pemulihan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat akan segera diperkenalkan ke publik. Rencana strategis mengubah lahan bekas tambang menjadi kawasan yang bermanfaat dan produktif resmi akan disosialisasikan di wilayah Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, dalam waktu dekat.
Program ini digagas oleh Robert Batubara yang juga dikenal dengan nama MY, dengan mengusung konsep reklamasi yang tidak hanya bertujuan memperbaiki kerusakan alam, tetapi juga mengubah dampak negatif yang tertinggal menjadi peluang positif bagi kesejahteraan bersama. Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan pemulihan lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan taraf hidup masyarakat setempat.
Dari Lahan Terganggu Menjadi Sumber Kehidupan
Selama ini, lahan bekas galian tambang sering kali dianggap sebagai wilayah yang tidak memiliki nilai guna, bahkan berpotensi menimbulkan risiko lingkungan seperti genangan air, kerusakan tanah, hingga mengganggu kenyamanan warga. Melalui program ini, kondisi tersebut akan diubah total. Lahan tersebut akan ditata ulang, diperbaiki struktur tanahnya, dan dikelola sedemikian rupa sehingga berfungsi kembali dengan nilai ekonomi yang tinggi.
Seperti yang telah direncanakan, kawasan tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi tempat budidaya perairan berupa kolam keramba ikan nila. Tidak berhenti di situ, hasil panen ikan akan diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk pangan seperti sosis, nugget, dan bakso yang telah memenuhi standar higienis dan memiliki izin edar PIRT. Dengan demikian, nilai jual hasil produksi akan meningkat, rantai usaha menjadi lebih panjang, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan rencana ini adalah ketersediaan pembiayaan. R, menegaskan bahwa masalah keuangan untuk mendukung seluruh tahapan program ini telah dibahas secara mendalam dan sudah dimatangkan dengan baik.
“Kami tidak ingin rencana ini hanya berhenti di atas kertas. Oleh karena itu, aspek pendanaan sudah kami siapkan dan atur sedemikian rupa agar proses pelaksanaannya dapat berjalan lancar, terjadwal, dan tidak terhenti di tengah jalan. Semua dialokasikan untuk kebutuhan pemulihan lahan, pembangunan sarana budidaya, hingga pengembangan usaha pengolahan hasil panen,” jelasnya.
Program ini juga didukung melalui kerja sama yang terjalin dengan STM Pers Pasaman, Kepolisian Resor Pasaman, serta Pemerintah Kabupaten Pasaman. Kolaborasi ini diharapkan menjamin kelancaran proses, keamanan pelaksanaan, serta kesesuaian rencana dengan kebutuhan dan peraturan yang berlaku di daerah.
Langkah Awal Melalui Sosialisasi
Tahap selanjutnya yang segera dilakukan adalah sosialisasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di Kecamatan Duo Koto. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan secara rinci tujuan, manfaat, tata cara pelaksanaan, serta peran serta yang dapat diambil oleh warga.
Dengan keterbukaan informasi dan dukungan pendanaan yang sudah jelas, diharapkan program ini dapat segera diterima dan didukung penuh. Ke depannya, lahan yang dulunya menjadi beban lingkungan akan berubah menjadi aset produktif yang memberikan sumber pendapatan baru, memperkuat perekonomian keluarga, serta mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan sejahtera untuk generasi mendatang.
#Andalisia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar