Post Page Advertisement [Top]

 

TRIMATRANews | LAMPUNG — Pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya tercermin dari ketegasan dalam menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuannya membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat. Nilai tersebut terlihat dari kebersamaan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, bersama jajaran kepolisian, tokoh agama, dan warga dalam kegiatan keagamaan di masjid, Jumat (30/10/2026).


Di tengah kesibukan menjalankan tanggung jawab kedinasan, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menyempatkan diri mengikuti kegiatan ibadah bersama masyarakat. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan bahwa institusi kepolisian memiliki ruang kebersamaan dengan masyarakat di luar pelaksanaan tugas formal.


Suasana penuh kekhusyukan tampak ketika para jamaah berdiri dan menyatukan saf dalam pelaksanaan ibadah. Tidak ada perbedaan jabatan maupun kedudukan ketika seluruh umat berada dalam satu barisan. Momen sederhana ini menyampaikan pesan tentang persaudaraan, kesetaraan, dan pentingnya kerendahan hati dalam kehidupan bermasyarakat.


Dalam kegiatan tersebut, Dirlantas Polda Lampung terlihat berdampingan dengan sejumlah pejabat kepolisian serta tokoh agama dan masyarakat. Kebersamaan itu menjadi gambaran bahwa hubungan antara Polri dan warga tidak cukup dibangun melalui komunikasi formal, tetapi juga membutuhkan pendekatan sosial, silaturahmi, dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.


Bagi Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, nilai spiritual dan kemanusiaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian seorang Bhayangkara. Ketegasan dalam bertugas harus berjalan seiring dengan sikap rendah hati, sementara kewenangan yang dimiliki harus digunakan secara bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat.


Kehadiran dalam kegiatan keagamaan tersebut juga berlangsung di tengah pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026 oleh jajaran Polda Lampung. Operasi yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 itu diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, sekaligus menekan potensi pelanggaran serta risiko kecelakaan di jalan raya.


Dalam pelaksanaan operasi tersebut, pendekatan persuasif dan edukatif menjadi bagian penting dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas. Masyarakat diharapkan memahami bahwa menaati peraturan bukan sekadar menghindari sanksi kepolisian, melainkan wujud kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya.


Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menempatkan semangat pelayanan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung. Penegakan hukum harus dilaksanakan sesuai ketentuan, sementara komunikasi dengan masyarakat perlu mengedepankan kesantunan, keterbukaan, dan sikap yang menghargai sesama.


Operasi Patuh Krakatau 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Peran keluarga, tokoh agama, tokoh adat, pendidik, dan berbagai elemen sosial sangat dibutuhkan untuk menanamkan kedisiplinan sejak dini.


Kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan sosial menghadirkan pesan bahwa tugas Polri memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar menjaga keamanan. Ada tanggung jawab moral untuk memberikan teladan, membangun kepercayaan, serta menciptakan suasana kehidupan yang aman, tertib, dan harmonis.


Melalui momentum tersebut, Dirlantas Polda Lampung Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sebagai aparat negara dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebab, pelayanan yang baik tidak hanya diukur dari keberhasilan menjalankan tugas, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.


Kebersamaan dalam ibadah sekaligus memperlihatkan bahwa persaudaraan dan kepedulian sosial dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Semangat saling menghormati, menjaga lingkungan, serta mendukung terciptanya keamanan perlu terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.


Pada akhirnya, menjaga negeri merupakan amanah, melayani masyarakat adalah pengabdian, dan menjalankan ibadah merupakan kewajiban setiap umat beragama. Semangat tersebut menjadi pesan yang sejalan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, bahwa ketertiban harus dibangun melalui ketegasan yang berlandaskan aturan, disertai pendekatan humanis, kepedulian, dan kebersamaan. Polri Bersama Masyarakat.


#Hendri Payan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835