Kegiatan yang berlangsung di Esa Cafe pada pukul 09.00 WIB tersebut digelar secara sederhana, namun sarat makna. Agenda kemanusiaan ini secara khusus diselipkan di tengah keterbatasan waktu Cerint Iralloza Tasya yang tengah menjalani sejumlah agenda kedewanan di daerah.
Tanpa seremoni besar, kegiatan berlangsung hangat dan akrab. Para jurnalis tampak berdatangan sejak pagi hari, menciptakan suasana cair yang mencerminkan hubungan humanis antara wakil daerah dan insan pers.
Dalam sambutannya, Cerint Iralloza Tasya menegaskan bahwa perhatian kepada jurnalis merupakan bagian penting dari komitmennya sebagai wakil daerah. Ia menilai peran pers sangat strategis dalam menjaga demokrasi dan menyuarakan kepentingan publik.
“Agenda ini memang kami selipkan karena keterbatasan waktu, namun kepedulian kepada jurnalis tetap menjadi perhatian kami. Insan pers memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi dan mengawal kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Pembagian sembako dilakukan secara tertib dan menyesuaikan dengan jumlah jurnalis yang hadir. Prinsip kebersamaan dan saling menghargai menjadi landasan utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Di sela kegiatan, berlangsung dialog singkat yang dimanfaatkan jurnalis untuk menyampaikan sejumlah persoalan daerah. Jeje, salah seorang jurnalis IKW RI, menyoroti pemotongan anggaran di Sumatera Barat, termasuk proyek bendungan irigasi Padang Laweh–Sicincin yang telah berjalan empat tahun namun belum memberikan manfaat optimal bagi petani.
Ia mengungkapkan bahwa masyarakat di sekitar lokasi proyek masih sangat bergantung pada musim hujan untuk bisa mengolah sawah, kondisi yang dinilai memerlukan perhatian serius pemerintah pusat.
Menanggapi hal tersebut, Cerint Iralloza Tasya menegaskan bahwa DPD RI akan terus menyuarakan persoalan daerah, khususnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga alokasi Transfer ke Daerah, terutama bagi wilayah terdampak bencana.
“Kami akan terus mengawal dan menyuarakan agar daerah, khususnya yang terdampak bencana, tidak mengalami pemotongan Transfer ke Daerah yang justru sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Pertanyaan lain disampaikan Hendri, jurnalis Alisya News, terkait kecukupan anggaran pendidikan dan kesehatan di Sumatera Barat. Menurut Cerint, pemerintah tengah mendorong terobosan melalui program Sekolah Merdeka dan Sekolah Garuda yang saat ini telah diuji coba di Kota Solok dengan sekitar 300 murid.
Selain itu, ia menjelaskan keberadaan Koperasi Merah Putih yang diarahkan untuk membuka lapangan kerja, mendukung program makan bergizi, membangun sekolah, serta merevitalisasi bangunan terbengkalai agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai fasilitas pendidikan. Daerah, kata dia, dipersilakan menyiapkan lahan dan mengajukan permohonan sesuai ketentuan.
Perwakilan IKW RI menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Anggota DPD RI tersebut. Menurut mereka, perhatian seperti ini bukan semata soal bantuan materi, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap peran jurnalis yang bekerja di lapangan dengan berbagai tantangan.
Menutup kegiatan, Cerint Iralloza Tasya kembali menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat dan insan pers di tingkat nasional. Ia menilai sinergi antara wakil daerah dan pers menjadi elemen penting dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto singkat, dalam suasana sederhana namun penuh makna kebersamaan antara wakil rakyat dan insan pers.
# Hp





Tidak ada komentar:
Posting Komentar