Post Page Advertisement [Top]

 
TRIMATRANews | Pasaman (SUMBAR)  — Ketua DPRD Kabupaten Pasaman, Nelfri Asfandi, memimpin langsung rapat kerja gabungan Komisi I, II, dan III bersama sejumlah instansi terkait guna membahas persoalan lingkungan dan ketertiban umum di Kecamatan Rao, Selasa (6/1/2026).

Rapat strategis tersebut digelar sebagai respons atas meningkatnya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dinilai telah meresahkan masyarakat serta menimbulkan kerusakan lingkungan di wilayah tersebut.

Sejumlah pihak turut dilibatkan dalam pembahasan tersebut, di antaranya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup, Satpol PP dan Damkar, unsur Forkopimcam Rao, Wali Nagari Padang Mentinggi, Wali Nagari Padang Mentinggi Utara, serta Kerapatan Adat Nagari (KAN) Padang Mentinggi.

Ketua DPRD Pasaman, Nelfri Asfandi, menegaskan bahwa rapat gabungan ini difokuskan pada aktivitas PETI yang terjadi di sepanjang aliran Sungai Batang Sibinail, yang melintasi wilayah Nagari Padang Mentinggi dan Padang Mentinggi Utara.

Menurutnya, aktivitas penambangan ilegal tersebut telah menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan terpadu dan segera dari seluruh pemangku kepentingan.

Dari hasil pembahasan rapat, terungkap bahwa aktivitas PETI telah menimbulkan berbagai dampak negatif yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun sosial.

Salah satu dampak paling nyata adalah kondisi air sungai yang berubah menjadi keruh dan tercemar, bahkan dampaknya dirasakan hingga ke wilayah Nagari Lubuk Layang serta daerah hilir lainnya.

Akibat pencemaran tersebut, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah terdampak.

Tidak hanya itu, aktivitas PETI juga memicu konflik sosial di tengah masyarakat, terutama antara pihak yang terlibat dalam kegiatan penambangan dengan warga yang terdampak langsung oleh kerusakan lingkungan.

Selain berpotensi menimbulkan gesekan sosial, penggunaan air sungai yang telah tercemar juga dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Menyikapi kondisi tersebut, DPRD Kabupaten Pasaman melalui rapat gabungan itu menyepakati untuk menyampaikan rekomendasi resmi kepada Bupati Pasaman agar segera mengambil langkah tegas menghentikan aktivitas PETI di Sungai Batang Sibinail.

DPRD juga menekankan pentingnya upaya penegakan hukum yang konsisten serta pengawasan yang berkelanjutan guna mencegah kembali maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.

Di sisi lain, DPRD meminta pemerintah daerah untuk turut memikirkan solusi alternatif bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan penghidupan dari aktivitas penambangan tersebut, agar tidak menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas.

Langkah komprehensif yang mengedepankan keseimbangan antara penegakan aturan, perlindungan lingkungan, dan keberlangsungan ekonomi masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan ini secara berkelanjutan.

# Andalusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835