TRIMATRANews | Pasaman (SUMBAR) — Peringatan keras dilontarkan Bupati Pasaman Welly Suhery saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati, Senin (4/5). Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), sekaligus mengungkap temuan serius terkait pengelolaan aset daerah yang dinilai jauh dari kata tertib.
Di hadapan pejabat eselon II, III, IV serta seluruh staf, Welly menyoroti kondisi kendaraan dinas yang dinilai tidak dikelola sebagaimana mestinya. Ia menyebut banyak aset daerah digunakan secara tidak sesuai aturan, bahkan terkesan ugal-ugalan tanpa kontrol yang jelas.
Permasalahan tersebut, menurutnya, bukan sekadar pelanggaran administratif biasa, melainkan mencerminkan lemahnya tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia menilai kondisi ini tidak bisa lagi ditoleransi.
“Banyak kendaraan dinas tidak terparkir di garasi yang sudah disediakan, tidak berstiker logo identitas daerah, serta dokumen kepemilikan dan operasionalnya tidak lengkap. Kondisi ini sangat disayangkan,” tegas Welly di hadapan peserta apel.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa setiap aset daerah merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ketidakdisiplinan dalam penggunaannya dapat berimplikasi serius, termasuk potensi masalah hukum bagi pihak yang terlibat.
Dengan nada tegas, Welly menyampaikan peringatan terbuka kepada seluruh ASN agar tidak mencoba-coba melakukan pelanggaran dalam pengelolaan aset. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan di luar aturan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
“Saya tegaskan! Segala bentuk ketidakdisiplinan, penggunaan aset tidak pada tempatnya, serta tindakan di luar aturan hukum, jangan pernah coba-coba lakukan,” ujarnya dengan sorotan serius.
Sebagai langkah konkret, Bupati langsung menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera bergerak. Ia meminta Bidang Aset dan Akuntansi bersama Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) melakukan pengawasan dan penertiban secara menyeluruh.
Instruksi tersebut tidak hanya sebatas imbauan, melainkan perintah tegas yang harus dijalankan segera. Welly bahkan menekankan bahwa tindakan tegas harus dimulai sejak hari ini tanpa penundaan.
“Saya perintahkan Bakeuda segera mengkoordinir, lakukan pengawasan langsung, dan ambil langkah tegas sesuai peraturan yang berlaku, mulai hari ini juga!” tandasnya.
Menurutnya, kualitas pengelolaan aset menjadi indikator utama dalam menilai kinerja aparatur pemerintah. Jika hal mendasar seperti ini saja tidak tertib, maka sulit berbicara tentang capaian kinerja yang lebih besar.
Ia pun mempertanyakan komitmen ASN dalam menjalankan tugas jika masih lalai dalam hal-hal fundamental. Baginya, disiplin adalah fondasi utama dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional dan akuntabel.
Selain menyoroti persoalan aset, Welly juga menekankan pentingnya percepatan capaian program kerja, termasuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia meminta seluruh OPD untuk bekerja lebih cepat, efektif, dan terukur.
Bupati juga menginstruksikan agar segera digelar rapat khusus guna merumuskan strategi percepatan target PAD. Langkah ini dinilai penting agar seluruh program prioritas dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menutup arahannya, Welly menegaskan bahwa pola kerja lambat tidak lagi memiliki tempat dalam pemerintahan saat ini. Ia meminta seluruh jajaran untuk mengedepankan kinerja yang cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
# Andalusia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar