Post Page Advertisement [Top]

 
TRIMATRANews | Pasaman (SUMBAR) — Pembangunan infrastruktur jalan kini menjadi wajah utama transformasi besar yang tengah berlangsung di Kabupaten Pasaman. Di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian, pemerintah daerah menjadikan pembangunan akses jalan sebagai prioritas utama untuk membuka keterisolasian wilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok nagari serta kejorongan terpencil.

Program bertajuk “Transportasi Lancar, Ekonomi Tumbuh” menjadi salah satu strategi pembangunan paling ambisius yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya fokus pada kawasan perkotaan, pembangunan infrastruktur kini diarahkan langsung ke daerah-daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi dan distribusi hasil ekonomi masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, jalan bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat. Akses jalan yang baik diyakini mampu mempercepat distribusi barang, memangkas biaya transportasi, membuka peluang usaha baru, hingga memudahkan masyarakat memperoleh layanan pendidikan dan kesehatan secara layak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasaman, Choiruddin Batubara, SE, MM menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan fondasi penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Menurutnya, konektivitas wilayah menjadi kunci utama agar seluruh sektor dapat tumbuh secara merata.

“Infrastruktur jalan adalah urat nadi kehidupan dan kemakmuran. Jika akses lancar, distribusi barang cepat, biaya murah, maka ekonomi pasti tumbuh, pendidikan dan kesehatan pun mudah dijangkau semua orang,” ujar Choiruddin Batubara dalam konferensi pers di Media Center Diskominfo Pasaman, Selasa (19/5/2026).
Keseriusan pemerintah terlihat dari langkah pembaruan kebijakan dan penguatan dasar hukum pembangunan jalan daerah. Pemerintah Kabupaten Pasaman kini telah menetapkan sebanyak 317 ruas jalan kabupaten dengan total panjang mencapai 795,918 kilometer yang memiliki status hukum jelas untuk dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Data survei PKRMS menunjukkan capaian positif terhadap tingkat kemantapan jalan di Pasaman. Pada tahun 2023, tingkat kemantapan jalan tercatat sebesar 53,27 persen, kemudian meningkat menjadi 55,77 persen pada tahun 2024. Meski menghadapi tantangan bencana alam dan kebijakan efisiensi anggaran, angka tersebut tetap stabil di kisaran 55,11 persen sepanjang tahun 2025.

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasaman kembali meningkatkan percepatan pembangunan infrastruktur dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp41 miliar khusus untuk pembangunan dan perbaikan jalan. Target besar yang ingin dicapai adalah meningkatkan tingkat kemantapan jalan menjadi 57,77 persen pada akhir tahun.

Pembangunan tersebut juga diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan pemerintah pusat. Pemerintah provinsi mengalokasikan sekitar Rp52,6 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan strategis di berbagai wilayah Pasaman, termasuk ruas Padang Sawah–Kumpulan, Simpang Tanjung Air–Muaro Sei Lolo Gelugur, serta Panti–Simpang Empat.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional turut mendukung percepatan pembangunan lewat Program Inpres Jalan Daerah Tahun 2026. Salah satu proyek prioritas adalah pembangunan ruas Simpang III Rumbai–Muara Tais sepanjang 7,42 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp34,06 miliar. Selain itu, ruas Lanai–Batang Kundur sepanjang 4 kilometer juga segera dikerjakan dengan anggaran sekitar Rp20 miliar.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pasaman, Djoko Rifanto, mengatakan pembangunan jalan yang dilakukan pemerintah saat ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya terlihat pada pembangunan jalan Sungai Ranyah Hilir menuju Lubuk Layang yang menjadi akses penting penghubung Kecamatan Rao Utara dan Rao Selatan.

Menurut Djoko, jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini mulai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Aktivitas pertanian menjadi lebih lancar, anak-anak lebih mudah pergi ke sekolah, dan warga dapat menjangkau fasilitas kesehatan dengan waktu tempuh yang jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.

Pemerintah daerah juga bergerak cepat menangani titik-titik rawan bencana yang selama ini kerap memutus akses masyarakat. Salah satu contohnya adalah pembangunan ulang Jalan Silang IV–Lanai yang sebelumnya sering longsor. Dengan dukungan dana Banpres, jalur tersebut kini dibangun menggunakan desain baru lengkap dengan sistem drainase yang lebih kuat agar aman dilalui sepanjang musim.

Tidak hanya jalan, berbagai jembatan penghubung vital juga menjadi perhatian pemerintah. Jembatan Aia Sonik di Pasar Mapun yang sebelumnya rusak parah kini telah diperbaiki. Begitu pula Jembatan Gantung Equator di Kecamatan Bonjol yang menjadi akses utama masyarakat menuju pusat pemerintahan dan sekolah. Kehadiran Jembatan Bailey Kampuang Tongah–Muara Tais yang dibangun bersama TNI juga menjadi jalur penting distribusi hasil pertanian masyarakat.

Harapan terbesar masyarakat kini tertuju pada pembangunan ruas Simpang III Rumbai–Muara Tais yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu jalur tersulit di Pasaman. Dahulu masyarakat harus mengangkut hasil panen menggunakan kuda karena kendaraan tidak mampu melintas. Kini, pembangunan jalan tersebut menjadi simbol lahirnya harapan baru bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses.

Keseriusan pemerintah dalam membangun Pasaman juga terlihat dari keterlibatan langsung Bupati Welly Suhery yang kerap turun ke lokasi bencana dan titik kerusakan jalan untuk memastikan penanganan dilakukan secara cepat. Pemerintah juga mulai memperkuat aspek keselamatan transportasi melalui penyediaan angkutan perintis bagi wilayah terpencil serta pemasangan lampu jalan LED di ruas Kumpulan–Padang Sawah agar perjalanan malam hari menjadi lebih aman dan nyaman.

Di bawah kepemimpinan Welly–Parulian, pembangunan infrastruktur kini bukan lagi sekadar proyek fisik semata, melainkan gerakan besar untuk menyambungkan harapan masyarakat. Jalan-jalan yang dahulu rusak dan terisolasi perlahan berubah menjadi jalur kehidupan baru yang menghubungkan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan masa depan masyarakat Pasaman menuju daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

# Andalusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835