Post Page Advertisement [Top]

 
TRIMATRANews | PASAMAN (SUMBAR) — Selama bertahun-tahun, masyarakat di sejumlah pelosok Kabupaten Pasaman hidup dalam keterbatasan yang tidak hanya soal jarak dan medan berat, tetapi juga keterisolasian digital akibat ketiadaan jaringan internet. Banyak wilayah blankspot seolah terputus dari dunia luar. Aktivitas pemerintahan berjalan lambat, akses pendidikan tertinggal, layanan kesehatan terkendala, dan potensi ekonomi masyarakat sulit berkembang karena minimnya konektivitas.

Kini kondisi tersebut perlahan berubah. Di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian, pembangunan konektivitas digital dijadikan salah satu prioritas utama daerah melalui Program Internet Gratis untuk Wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Program ini menjadi langkah nyata untuk membuka akses informasi sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok nagari.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman, Fatrizon, mengatakan bahwa pembangunan jaringan internet bukan sekadar proyek pemasangan perangkat telekomunikasi, tetapi bagian dari upaya menghadirkan keadilan akses bagi seluruh masyarakat Pasaman tanpa terkecuali.

“25 kejorongan yang dulu terisolasi kini sudah terhubung. Koneksi digital tidak cuma sampai ke jalan raya, tapi sudah masuk sampai ke nagari, ruang kelas sekolah, hingga ruang perawatan puskesmas. Ini baru awal, tapi dampaknya sudah terasa nyata,” ujar Fatrizon dalam kegiatan evaluasi satu tahun Program Unggulan Pemerintah Kabupaten Pasaman di Media Center Diskominfo Pasaman, Senin (19/5/2026).

Ia menjelaskan, proses pembangunan jaringan di daerah terpencil bukan pekerjaan mudah. Tim Diskominfo harus turun langsung menelusuri medan berbukit, lembah, hingga jalur setapak untuk menentukan titik pemasangan perangkat yang paling efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, fokus utama pembangunan jaringan diprioritaskan untuk wilayah yang benar-benar belum tersentuh layanan internet, terutama kawasan yang memiliki kantor nagari, sekolah, dan fasilitas kesehatan yang setiap hari melayani masyarakat namun selama ini mengalami kesulitan komunikasi dan pengiriman data.

“Kami tidak hanya melihat peta, tapi benar-benar datang langsung ke lokasi. Banyak daerah yang akses jalannya sulit dan permukimannya terpencar, namun kebutuhan masyarakat terhadap jaringan sangat tinggi. Karena itu kami prioritaskan wilayah yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas,” katanya.

Dari total 42 kejorongan yang menjadi target utama program, saat ini sebanyak 25 kejorongan telah berhasil terhubung dengan layanan internet gratis yang stabil. Selain itu, pengembangan jaringan juga dilakukan di sejumlah titik pelayanan publik lainnya sehingga total akses internet gratis aktif di Kabupaten Pasaman kini mencapai 34 titik.

Capaian tersebut telah mencapai sekitar 59,52 persen dari total target yang ditetapkan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Pasaman menilai progres tersebut menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membuka keterisolasian digital masyarakat di wilayah pedalaman.

Fatrizon mengungkapkan, manfaat program kini mulai dirasakan langsung dalam berbagai sektor pelayanan publik. Di kantor-kantor nagari, proses administrasi yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit melalui sistem daring.

Aparatur pemerintahan tidak lagi harus membawa laporan secara manual ke pusat kecamatan atau kabupaten. Pengiriman dokumen, pelayanan administrasi masyarakat, hingga koordinasi pemerintahan kini menjadi jauh lebih cepat dan efisien.

Perubahan signifikan juga dirasakan di sektor pendidikan. Kehadiran internet membuka akses baru bagi guru dan pelajar untuk memperoleh materi pembelajaran yang lebih luas dan modern. Siswa kini dapat mengakses video pembelajaran, referensi pendidikan digital, hingga berkomunikasi dengan dunia luar tanpa harus meninggalkan daerahnya.

Di bidang kesehatan, jaringan internet membantu tenaga medis mempercepat pengiriman laporan kesehatan, data pasien, imunisasi, hingga koordinasi dengan rumah sakit rujukan. Kondisi ini sangat membantu pelayanan ibu hamil, bayi, dan penanganan kasus darurat yang membutuhkan komunikasi cepat.

“Dulu kami harus mencari lokasi yang ada sinyal hanya untuk mengirim laporan. Kadang perjalanan memakan waktu berjam-jam. Sekarang cukup dari meja kerja, semua bisa langsung terkirim. Pelayanan ke masyarakat jadi jauh lebih cepat,” ujar seorang petugas kesehatan di Puskesmas Kotonopan Rao, Kecamatan Rao Utara.

Tidak hanya pelayanan publik, dampak ekonomi juga mulai terasa di tengah masyarakat. Kehadiran internet gratis membuka peluang baru bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat nagari untuk memasarkan hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga kuliner khas daerah melalui media sosial dan platform perdagangan daring.

Ani (34), salah seorang warga penerima manfaat program, mengaku usahanya mengalami peningkatan setelah memanfaatkan internet untuk promosi produk secara digital. Kerajinan tangan dan makanan ringan yang sebelumnya hanya dijual di pasar lokal kini mulai dikenal hingga luar daerah.

“Dulu pembeli hanya dari sekitar kampung saja. Sekarang saya bisa jual lewat media sosial dan banyak pesanan datang dari luar daerah. Penghasilan jadi lebih baik dan usaha semakin berkembang,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Pasaman memastikan pengembangan jaringan internet gratis akan terus dilanjutkan secara bertahap. Pendataan wilayah blankspot baru terus dilakukan, termasuk menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat dan Bakti Kominfo agar cakupan layanan semakin luas hingga menjangkau seluruh pelosok daerah.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga bagaimana menghadirkan akses informasi dan peluang yang setara bagi seluruh masyarakat. Dari daerah yang dulu terisolasi tanpa sinyal, kini Pasaman perlahan tumbuh menjadi wilayah yang semakin terbuka, terkoneksi, dan siap bersaing di era digital.
# Andalusia



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835