Post Page Advertisement [Top]

 
TRIMATRANews | Pasaman (SUMBAR) — Keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian. Melalui Program Unggulan Nagari Tangguh Bencana, pemerintah daerah terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat hingga ke wilayah terpencil agar mampu menghadapi berbagai ancaman bencana alam secara mandiri, cepat, dan tepat.

Program ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi besar Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju, dan Berkelanjutan. Upaya tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam RPJMD 2025–2029, khususnya pada misi peningkatan kesiapsiagaan dan kemampuan tanggap darurat bencana di seluruh tingkatan pemerintahan.

Melalui sinergi lintas sektor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasaman bergerak bersama pemerintah nagari, relawan, tokoh masyarakat, dan kelompok pemuda membangun sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas. Pendekatan ini dirancang agar masyarakat menjadi pelaku utama yang memahami risiko, memiliki keterampilan dasar penyelamatan, dan siap bertindak sejak dini ketika bencana terjadi.

Berbeda dengan pola lama yang hanya fokus pada penanganan pascabencana, Program Nagari Tangguh Bencana lebih menitikberatkan pada pencegahan, pengurangan risiko, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Berbagai kegiatan rutin telah dilakukan, mulai dari pelatihan penyelamatan diri, simulasi kebencanaan, pembentukan kelompok relawan siaga, pemetaan kawasan rawan bencana, hingga penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul aman di setiap nagari.

“Kami menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Warga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan agar dapat bertindak cepat ketika bencana datang, bukan hanya menunggu bantuan,” tegas Kepala BPBD Kabupaten Pasaman, Mardianto.

Pernyataan tersebut disampaikan Mardianto saat ditemui di Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika Pasaman, Kamis (21/5/2026), didampingi Kepala Satpol PP Yusrizal serta Wali Nagari Hendra Gunawan.

Menurut Mardianto, program ini telah membawa perubahan pola pikir masyarakat dalam menghadapi bencana. Jika sebelumnya penanganan bersifat pasif dan baru bergerak setelah musibah terjadi, kini masyarakat didorong untuk aktif mengenali risiko, melakukan pencegahan, dan membangun ketahanan lingkungan secara berkelanjutan.

“Tujuan akhirnya adalah membentuk nagari yang tangguh, mandiri, dan mampu bangkit lebih cepat setelah bencana. Ketangguhan bukan hanya soal bertahan, tetapi juga kemampuan untuk pulih dan kembali melanjutkan kehidupan,” tambahnya.

Selama satu tahun kepemimpinan Welly–Parulian, perkembangan program ini dinilai sangat signifikan. Jika pada Mei 2025 baru terbentuk 45 Kelompok Siaga Bencana (KSB), kini seluruh 62 nagari di Kabupaten Pasaman telah memiliki kelompok siaga bencana aktif yang siap menjalankan tugas di wilayah masing-masing.

Tidak hanya itu, empat nagari juga telah resmi ditetapkan sebagai Nagari Tangguh Bencana, yakni Nagari Durian Tinggi, Nagari Pauh, Nagari Tanjung Beringin Utara, dan Nagari Aia Manggis Barat. Keempatnya menjadi percontohan dalam penguatan kapasitas masyarakat dan kesiapan infrastruktur penanggulangan bencana di tingkat nagari.

Pemerintah daerah menargetkan pada tahun 2026 sedikitnya 15 kelompok siaga bencana lainnya dapat ditingkatkan statusnya menjadi Nagari Tangguh Bencana melalui proses penilaian sesuai standar ketangguhan yang berlaku secara nasional.

Dari sisi sarana dan prasarana, pemerataan bantuan juga terus dilakukan hingga ke daerah terpencil. Seluruh nagari kini telah memiliki perlengkapan dasar penanggulangan bencana seperti Handy Talky (HT), helm pelindung, dan pelampung keselamatan. Sementara nagari yang telah berstatus tangguh mendapatkan fasilitas tambahan berupa perahu evakuasi, chainsaw, dan alat pemadam api ringan (APAR).

Berbagai pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat juga terus dilaksanakan sepanjang 2025 hingga April 2026. Kegiatan tersebut meliputi pemetaan potensi bahaya, penentuan titik aman, hingga simulasi penyelamatan korban yang melibatkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman.

Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Pasaman juga menggelar Gerakan Nagari Menanam dengan menanam sebanyak 6.200 batang pohon di seluruh nagari sebagai upaya mitigasi bencana longsor dan erosi.

Meski berbagai capaian telah diraih, pemerintah daerah menyadari masih terdapat tantangan besar dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Karena itu, kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap gerakan Nagari Tangguh Bencana terus berkembang sehingga seluruh nagari di daerah itu mampu menjadi wilayah yang mandiri, tangguh, cepat pulih, serta siap bangkit menghadapi berbagai situasi darurat di masa mendatang.

# Andalusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835