TRIMATRANews | PASAMAN (SUMBAR) – Di tengah tekanan efisiensi anggaran dan keterbatasan fiskal yang dirasakan banyak pemerintah daerah, pasangan Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian justru menghadirkan berbagai terobosan nyata di sektor kesehatan. Kepemimpinan periode 2025–2030 itu mulai menunjukkan hasil konkret melalui program pelayanan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok nagari.
Memasuki tahun pertama pemerintahan mereka, berbagai program unggulan di bidang kesehatan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pasaman menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan dengan memastikan pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan bebas dari beban biaya bagi masyarakat kurang mampu.
Salah satu langkah paling menonjol adalah hadirnya program Ambulans SIGAP atau Siaga Ambulans Gratis Pasaman. Program ini menjadi solusi bagi warga yang selama ini kesulitan mendapatkan kendaraan medis, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang membutuhkan layanan rujukan cepat menuju fasilitas kesehatan.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh layanan penjemputan pasien dari rumah menuju Puskesmas maupun rumah sakit, pengantaran pasien rujukan antar fasilitas kesehatan, hingga layanan pemulangan pasien setelah menjalani perawatan tanpa dipungut biaya apa pun.
Tak hanya itu, layanan SIGAP juga mencakup ambulans jenazah sebagai bentuk pelayanan sosial dan kemanusiaan pemerintah daerah. Warga tidak lagi dibebani biaya transportasi untuk membawa jenazah dari rumah sakit ke rumah duka maupun dari rumah duka menuju lokasi pemakaman.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Yong Marzuhaili, mengungkapkan bahwa hingga Maret 2026 program tersebut telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Tercatat sebanyak 280 pasien telah mendapatkan layanan penjemputan dan rujukan, sementara 145 pasien telah diantar kembali ke rumah masing-masing usai menjalani pengobatan.
Untuk layanan ambulans jenazah, angka pelayanan juga menunjukkan kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap program tersebut. Sebanyak 312 kali layanan pengantaran jenazah dari fasilitas kesehatan menuju rumah duka telah dilaksanakan, sementara 134 layanan pengantaran jenazah menuju lokasi pemakaman juga telah diberikan secara gratis.
Program SIGAP kini telah beroperasi di seluruh 12 kecamatan di Kabupaten Pasaman. Pemerintah daerah memastikan seluruh warga dapat mengakses layanan tersebut tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun status sosial masyarakat. Dinas Kesehatan juga menyediakan layanan kontak cepat 24 jam melalui nomor 0822-99-6000-40 untuk mempermudah akses pelayanan darurat.
Selain ambulans gratis, Pemerintah Kabupaten Pasaman juga terus memperkuat program berobat gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC). Saat ini, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Pasaman telah mencapai 98 persen, menandakan hampir seluruh masyarakat telah memiliki jaminan kesehatan.
Pelayanan kesehatan gratis tersebut tersedia di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah seperti RSUD Tuanku Imam Bonjol, RSUD Tuanku Rao, hingga RS Ibnu Sina. Bahkan sejumlah Puskesmas tetap memberikan pelayanan kepada warga yang belum terdaftar BPJS dengan membantu proses administrasi kepesertaan agar pasien tetap mendapatkan hak layanan kesehatan secara optimal.
Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan bahwa seluruh program kesehatan yang dijalankan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Menurutnya, kesehatan merupakan hak dasar yang wajib dipenuhi negara melalui pelayanan yang merata dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, peningkatan mutu layanan kesehatan juga terus dilakukan di RSUD Tuanku Imam Bonjol yang kini dikembangkan sebagai rumah sakit rujukan utama masyarakat Pasaman. Rumah sakit tersebut menghadirkan inovasi pelayanan “Si Cantik” atau Situasi Cepat, Aman, Nyaman, Tepat Waktu, Inovatif, dan Kekeluargaan untuk menciptakan pelayanan medis yang humanis dan profesional.
Keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi pelayanan kesehatan turut dibuktikan dengan diraihnya Akreditasi Paripurna oleh RSUD Tuanku Imam Bonjol. Selain itu, rumah sakit tersebut kini juga telah membuka layanan Poliklinik Kesehatan Jiwa sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan layanan kesehatan mental masyarakat yang terus meningkat.
# Andalusia






Tidak ada komentar:
Posting Komentar