Post Page Advertisement [Top]

 
TRIMATRANews | PASAMAN, SUMATERA BARAT – Kabupaten Pasaman mencatat prestasi membanggakan dalam transformasi digital sektor keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan hasil evaluasi Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Tahun 2025, Pasaman dinobatkan sebagai daerah dengan peningkatan capaian tercepat dan tertinggi di wilayah Sumatera Barat. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi mampu mendongkrak pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.
 
Capaian indeks digitalisasi Pasaman meningkat pesat dari 85,1 persen pada tahun 2024 menjadi 96 persen pada tahun 2025. Peningkatan sebesar 10,7 persen ini menempatkan Pasaman dalam kategori daerah yang sudah maju dalam penerapan sistem pembayaran elektronik dan menjadi salah satu daerah dengan akselerasi digitalisasi tercepat di tingkat provinsi.
 
Keberhasilan ini turut berkontribusi dalam menjaga posisi Sumatera Barat berada di peringkat ke-8 secara nasional dalam ajang Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tahun 2025.
 
Tak hanya Pasaman, sejumlah daerah lain di Sumatera Barat juga mencatat peningkatan peringkat nasional yang membanggakan, antara lain Kota Payakumbuh yang berhasil meraih peringkat pertama nasional, Kabupaten Sijunjung yang melesat dari posisi 73 menjadi 23 besar nasional.
 
Apresiasi dari Bank Indonesia,

Dalam acara High Level Meeting (HLM) TP2DD yang berlangsung di Balerong Pusako Anak Nagari, Rumah Dinas Bupati Pasaman, Kamis (18/6/2026), Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Sudarta, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis Pemerintah Kabupaten Pasaman.
 
Menurutnya, Pasaman termasuk daerah yang sangat progresif dalam menerapkan sistem transaksi non-tunai. Ia menegaskan bahwa transformasi pembayaran digital tidak hanya memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat, namun juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan penerimaan daerah.
 
“Digitalisasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pelayanan, tetapi juga memperkuat transparansi serta optimalisasi pendapatan daerah. Kita bisa melihat sendiri pertumbuhan PAD Pasaman yang terus meningkat secara konsisten dalam tiga tahun terakhir,” ujar Sudarta di hadapan Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkungan Pemkab Pasaman.
 
PAD Tembus Rp110 Miliar Berkat Transaksi Elektronik

Data menunjukkan bahwa upaya digitalisasi memberikan hasil yang sangat nyata dalam peningkatan pendapatan daerah:
 
- Tahun 2023: PAD tercatat sebesar Rp84,54 miliar
- Tahun 2024: Meningkat menjadi Rp89,93 miliar atau tumbuh 6,38 persen
- Tahun 2025: Realisasi PAD melonjak signifikan hingga mencapai Rp110,03 miliar
 
Peningkatan terlihat jelas pada berbagai sektor penerimaan:

*Pajak Daerah: Transaksi melalui kanal digital meningkat hampir tiga kali lipat, dari Rp8,28 miliar (2023) menjadi Rp23,12 miliar (2025). Sebaliknya, transaksi secara konvensional cenderung stabil di angka Rp1 miliar hingga Rp1,4 miliar.
*Retribusi Daerah: Pertumbuhan paling mencolok terlihat di sektor ini. Dari Rp791 juta pada tahun 2023, meningkat drastis menjadi Rp61,01 miliar pada tahun 2024 dan tetap tinggi di angka Rp44,61 miliar pada tahun 2025.
 
Meskipun demikian, masih terdapat ruang untuk perluasan penggunaan pembayaran elektronik, mengingat transaksi konvensional pada sektor retribusi masih tercatat sebesar Rp22,76 miliar pada tahun 2025.
 
Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan bahwa digitalisasi transaksi pemerintah daerah merupakan langkah strategis untuk membangun tata kelola keuangan yang modern, transparan dan akuntabel.
 
“Setiap transaksi harus tercatat, terukur dan dapat dipantau secara real-time. Digitalisasi menjadi instrumen utama untuk menutup potensi kebocoran pendapatan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh masyarakat,” tegas Bupati Welly Suhery.
 
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperluas penggunaan pembayaran elektronik, termasuk untuk layanan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), guna memperkuat kepatuhan masyarakat serta memudahkan kewajiban perpajakan.
 
Dengan capaian skor digitalisasi tertinggi di Sumatera Barat dan pertumbuhan PAD yang menembus angka Rp110 miliar, Kabupaten Pasaman kini menjadi salah satu contoh keberhasilan transformasi keuangan daerah di Indonesia. Keberhasilan ini membuktikan bahwa digitalisasi bukan sekadar soal teknologi, melainkan strategi efektif untuk meningkatkan pendapatan daerah, memperkuat tata kelola keuangan, dan mempercepat pembangunan ekonomi wilayah.

#Andalusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835