Post Page Advertisement [Top]

 
TRIMATRANews | LUBUK SIKAPING, PASAMAN – Kenaikan harga ponsel di pasaran Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman terasa semakin signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Harga perangkat genggam ini naik berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp1 juta per unit, dan berlaku untuk hampir semua merek serta tipe yang beredar di pasaran. Lonjakan harga ini langsung berimbas pada kinerja usaha, di mana omzet penjualan dan keuntungan yang diterima para pedagang tercatat anjlok hingga separuhnya, atau sekitar 50 persen.
 
Kenaikan ini tidak terjadi tanpa alasan. Para pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual lantaran biaya modal yang harus dikeluarkan untuk mendatangkan stok barang terus membengkak. Jika tidak dilakukan penyesuaian, dikhawatirkan usaha justru akan mengalami kerugian.
 
“Kenaikannya bervariasi, mulai Rp100 ribu sampai ada yang mencapai Rp1 juta per unit. Sebenarnya kami tidak ingin menaikkan harga, tapi harga beli dari pemasok sudah melonjak tinggi. Mau tidak mau, harga jual harus ikut disesuaikan agar usaha tetap bisa berjalan,” ungkap Dedi Satria, salah satu pedagang ponsel di daerah tersebut, Jumat (19/6/2026).
 
Menurut Dedi, kenaikan harga ini sudah mulai terasa sejak akhir tahun 2025 dan terus berlangsung secara bertahap hingga saat ini.  faktor utama yang menjadi penyebabnya, yaitu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat 
 
“Sebagian besar ponsel dan komponennya masih diimpor, sehingga harganya sangat bergantung pada kurs dolar. Ketika rupiah melemah, otomatis biaya pengadaan barang menjadi lebih mahal. Belum lagi kenaikan distribusi barang dari kota besar menuju Lubuk Sikaping ikut melonjak. Beban biaya ini akhirnya terbawa ke harga jual di toko kami,” jelasnya.
 
inilah yang membuat struktur biaya usaha semakin berat, sehingga sulit bagi pedagang untuk mempertahankan harga lama.
 
Banyak Pembeli Mengurungkan Niat.
Dampak kenaikan harga langsung terasa pada aktivitas jual beli sehari-hari. Banyak calon pembeli yang datang ke toko untuk melihat atau menanyakan harga, namun setelah mengetahui harga yang sudah naik, akhirnya mengurungkan niat membeli. Harga yang melonjak ini dianggap jauh melampaui perkiraan dan anggaran yang telah mereka siapkan.
 
“Pengunjung tetap datang bertanya, tapi setelah tahu harganya naik, banyak yang memilih menunda pembelian atau lebih memilih memperbaiki ponsel lamanya saja. Daya beli masyarakat terasa menurun cukup tajam,” keluh Dedi.
 
Para pedagang pun menaruh harapan agar situasi ini segera membaik. Mereka berdoa dan berharap nilai tukar rupiah segera menguat, serta pasokan barang berjalan lancar. Jika kondisi ekonomi membaik, harga ponsel diharapkan bisa kembali normal seperti semula, sehingga roda usaha tetap berjalan dan kebutuhan komunikasi masyarakat tetap terjangkau.

#Andalusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

Segenap wartawan & wartawati, Komisaris serta pemimpin Redaksi Trimatranews turut berduka cita atas bencana erupsi gunung Merapi Sumbar






.




Selamat datang di Cp 085319070835