TRIMATRANews | Padang – Nama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Arisal Aziz kembali menjadi sorotan publik. Keputusannya untuk melepaskan jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Barat menuai perhatian banyak pihak, apalagi saat diketahui latar belakangnya sebagai pengusaha mapan yang sudah lama malang melintang di dunia usaha dan politik.
Arisal Aziz secara resmi mengajukan surat pengunduran diri kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PAN, Zulkifli Hasan. Dalam keterangannya, ia menyatakan langkah ini diambil karena merasa tidak mendapatkan ruang dan dukungan yang cukup untuk mewujudkan misi utamanya, yaitu menyatukan jajaran dan memperkuat soliditas partai di tingkat daerah.
"Saya ingin membantu PAN menjadi lebih kompak dan solid di Sumbar, namun upaya itu belum mendapatkan jalan yang diharapkan. Oleh karena itu, saya putuskan untuk mengundurkan diri dan memberi kesempatan kepada kader lain agar bisa melanjutkan," ujarnya singkat.
Dari Pengusaha Logistik Hingga Anggota DPR
Sebelum dikenal sebagai politisi yang duduk di parlemen, Arisal Aziz lebih dulu membangun nama di dunia usaha. Pria kelahiran Pariaman ini adalah pendiri sekaligus pemilik PT Indah Logistik Cargo — atau yang lebih dikenal masyarakat luas dengan nama Indah Cargo — salah satu perusahaan jasa pengiriman dan logistik yang memiliki jaringan luas dan terpercaya di Indonesia.
Keberhasilannya merintis usaha dari bawah menjadi dasar yang kuat bagi perjalanan kariernya hingga akhirnya dipercaya duduk sebagai wakil rakyat.
Rincian Harta Kekayaan yang Terbuka ke Publik
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 yang diumumkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan disampaikan secara resmi pada 17 Maret 2026, Arisal Aziz memiliki total kekayaan bersih yang cukup fantastis.
Secara rinci, ia melaporkan memiliki total aset senilai Rp63,13 miliar. Setelah dikurangi jumlah kewajiban atau utang yang mencapai Rp18,58 miliar, maka nilai kekayaan bersih yang dimilikinya tercatat sebesar Rp44.556.424.672 atau setara dengan Rp44,55 miliar.
Sebagian besar kekayaannya terpusat pada aset tak bergerak, yaitu tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp54,69 miliar. Aset ini tersebar tidak hanya di Sumatera Barat, melainkan merambah ke berbagai wilayah strategis di Indonesia, antara lain:
- Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Bogor, dan Tangerang
- Padang Pariaman serta Kota Padang di Sumatera Barat
- Kampar, Pekanbaru, Jambi, Aceh Utara, hingga Tasikmalaya
Salah satu aset bernilai paling tinggi dimilikinya adalah tanah dan bangunan seluas 948 meter persegi di Jakarta Timur yang ditaksir mencapai Rp11,10 miliar. Disusul properti di Jakarta Pusat senilai Rp6,93 miliar dan lahan di Bogor yang diperkirakan bernilai Rp6,08 miliar.
Selain tanah dan bangunan, Arisal Aziz juga melaporkan kepemilikan kendaraan mewah dengan total nilai Rp2,54 miliar, meliputi:
- Toyota Alphard 3.5 Q AT tahun 2015 senilai Rp967 juta
- Mercedes-Benz S 450 L tahun 2025 senilai Rp1,57 miliar
Belum termasuk surat berharga senilai Rp4,62 miliar serta kas dan setara kas yang siap digunakan sebesar Rp1,28 miliar. Dalam laporan tersebut tidak tercatat adanya harta bergerak lainnya.
Tetap Setia Sebagai Kader dan Wakil Rakyat
Meskipun melepaskan jabatan pimpinan di tingkat wilayah, Arisal Aziz menegaskan dirinya tidak akan meninggalkan partai. Ia menyatakan
tetap setia dan berkomitmen mengabdikan diri melalui perannya sebagai anggota DPR RI.
"Saya mundur dari jabatan, bukan keluar dari keluarga besar PAN. Di parlemen, saya tetap akan berjuang membawa aspirasi masyarakat Sumatera Barat dan menjalankan amanah yang diberikan rakyat," tegasnya.
Keputusannya ini pun menjadi perbincangan hangat, memunculkan berbagai tanggapan dari kalangan pengamat politik dan masyarakat. Banyak yang menilai langkah ini menunjukkan sikap dewasa, meski di sisi lain muncul pertanyaan mengenai dinamika internal partai yang melatarbelakanginya.
#Andalusia




Tidak ada komentar:
Posting Komentar