TRIMATRANews | PASAMAN BARAT – Sebuah video berdurasi sekitar 25 menit kini menyebar luas dan menggemparkan hati warga di berbagai grup WhatsApp Kabupaten Pasaman Barat. Rekaman yang dikirimkan oleh salah seorang santri ini menampilkan kondisi memprihatinkan di lingkungan Pesantren Darul Fikri, Nagari Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Sumatera Barat. Penyebaran video ini terjadi pada hari Sabtu, 25 Juli 2026.
Dalam rekaman tersebut terlihat jelas bangunan tempat belajar yang sangat memilukan. Dindingnya hanya berupa anyaman seng yang renggang, sementara atapnya sudah rusak parah dan banyak yang bocor. Saat hujan turun, air bebas masuk membasahi lantai dan meja belajar. Saat matahari bersinar terik, panasnya menyengat tanpa ada perlindungan yang layak bagi anak-anak.
Di tengah segala keterbatasan fisik itu, yang paling menyentuh adalah ketekunan para santri. Mereka tetap duduk dengan khidmat menuntut ilmu, seolah tak peduli pada angin, panas, maupun air yang datang menyapa.
Kami sadar sepenuhnya bahwa lembaga ini berada di bawah naungan yayasan. Namun, status itu tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan anak-anak kita menanggung kesulitan sedemikian rupa demi mendapatkan pendidikan. Melihat kesabaran mereka yang tak pernah mengeluh, hati siapa yang tidak teriris?
Ini bukan lagi sekadar urusan internal yayasan. Ini adalah urusan kemanusiaan, ini adalah masa depan anak bangsa, dan ini adalah tanggung jawab kita semua.
Oleh karena itu, kami menyampaikan pernyataan tegas namun penuh harapan:
1. Status sebagai lembaga yayasan tidak menghapus hak setiap anak untuk mendapatkan tempat belajar yang aman, sehat, dan nyaman.
2. Pemerintah beserta seluruh pemangku kepentingan tetap memiliki kewajiban untuk mengawasi, mendukung, dan memastikan pelayanan pendidikan berjalan baik bagi semua anak.
3. Kondisi bangunan yang terbengkalai serta dugaan ketidaksesuaian penggunaan dana harus segera ditelusuri dan diperbaiki tanpa menunda lagi.
4. Kami tidak meminta kemewahan, kami hanya menuntut perhatian tulus dan penyelesaian yang adil demi masa depan para santri.
Jangan biarkan semangat luhur mereka harus berjuang sendirian melawan alam. Mari kita buktikan bahwa kita semua peduli. Amanah mendidik anak bangsa terlalu berharga untuk dibiarkan terabaikan oleh kelalaian maupun penyimpangan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar