TRIMATRANews | Dharmasraya (SUMBAR) -- Pesan tentang disiplin, pendidikan, dan pentingnya menjaga masa depan menjadi perhatian utama dalam upacara bendera di SMP Negeri 2 Sitiung, Jorong Lawai, Kenagarian Gunung Medan, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Senin (26/10/2026). Kehadiran Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.AP., M.H., sebagai pembina upacara memberikan warna tersendiri bagi para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut.
Di hadapan siswa-siswi, Kartyana menyampaikan pesan agar generasi muda tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Menurutnya, keberhasilan seorang pelajar tidak semata-mata ditentukan oleh nilai di sekolah, melainkan juga oleh kebiasaan baik yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kapolres Dharmasraya hadir didampingi Kasatbinmas AKP Lin Cendri, S.H., M.M., dan Kapolsek Sitiung IPTU Andria Eriza, S.H. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh kepala sekolah, jajaran guru, serta para siswa yang mengikuti jalannya upacara dengan tertib.
Dalam amanatnya, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro menegaskan bahwa pelajar merupakan generasi penerus yang akan menentukan arah perjalanan bangsa pada masa mendatang. Karena itu, ia mengajak seluruh siswa mempersiapkan diri melalui pendidikan, kedisiplinan, serta keberanian untuk menetapkan cita-cita dan berusaha mewujudkannya.
“Anak-anak adalah harapan bangsa dan kunci Indonesia Emas 2045. Belajarlah dengan rajin, tanamkan kedisiplinan sejak dini, dan miliki impian yang besar. Masa depan yang cerah dimulai dari kebiasaan baik yang kita bangun hari ini,” pesannya kepada para pelajar.
Selain mendorong semangat belajar, Kartyana juga mengingatkan siswa agar menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan. Ia secara khusus menyoroti perundungan, tawuran, balap liar, penyalahgunaan narkoba, kebiasaan merokok, penggunaan vape, hingga judi online yang berpotensi membawa dampak buruk bagi kehidupan generasi muda.
Menurutnya, berbagai bentuk kenakalan tersebut bukan hanya mengganggu proses belajar, tetapi juga dapat menghambat perkembangan diri dan menjauhkan pelajar dari cita-cita. Oleh sebab itu, siswa diminta lebih cermat dalam memilih lingkungan pergaulan serta berani menolak ajakan yang mengarah pada tindakan negatif.
Kapolres juga menekankan pentingnya menumbuhkan sikap saling menghormati, kepedulian, dan solidaritas di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan bahwa setiap siswa memiliki latar belakang dan karakter berbeda sehingga perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengejek, mengucilkan, atau menyakiti teman. Sebaliknya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua pelajar untuk belajar serta mengembangkan potensi.
Apabila menghadapi persoalan, para siswa diminta tidak memendam masalah seorang diri. Kartyana mendorong mereka untuk bercerita kepada guru, orang tua, atau pihak kepolisian agar memperoleh pendampingan yang tepat. Ia menegaskan bahwa komunikasi dan keberanian meminta bantuan merupakan langkah penting dalam mencegah persoalan berkembang menjadi tindakan yang merugikan.
Perhatian juga diberikan terhadap penggunaan gawai dan internet di kalangan pelajar. Kapolres mengajak siswa memanfaatkan teknologi untuk menambah pengetahuan, mendukung kegiatan belajar, dan mengembangkan kreativitas. Penggunaan perangkat digital secara berlebihan maupun untuk aktivitas yang tidak bermanfaat perlu dihindari agar waktu dan kesempatan belajar tidak terbuang sia-sia.
Di bidang keselamatan berlalu lintas, Kartyana mengingatkan para pelajar agar memahami pentingnya tertib di jalan raya. Penggunaan helm, kepatuhan terhadap aturan, serta menjauhi balap liar menjadi hal yang harus diperhatikan. Ia menegaskan bahwa keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada keinginan untuk menunjukkan keberanian atau mengikuti tren yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Menutup amanatnya, Kapolres Dharmasraya menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah lingkungan pendidikan bukan semata-mata untuk melakukan penegakan hukum, melainkan juga memberikan perlindungan, pendampingan, dan edukasi kepada generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap para pelajar SMPN 2 Sitiung tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, berakhlak mulia, disiplin, serta mampu membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa. Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” diharapkan semakin mempererat hubungan antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung masa depan anak-anak Indonesia.
#Hendri Payan





Tidak ada komentar:
Posting Komentar