TRIMATRANews | Pasaman (SUMBAR) – Komitmen memperkuat perlindungan tenaga kesehatan terus ditunjukkan RSUD Tuanku Imam Bonjol Kabupaten Pasaman melalui pelaksanaan vaksinasi Campak-Rubela (MR) bagi seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas di lingkungan rumah sakit. Program tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadapi meningkatnya risiko penyebaran penyakit campak yang kembali muncul di sejumlah daerah di Indonesia.
Pelaksanaan vaksinasi ini menyasar sekitar 300 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang sehari-hari menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan berlangsung secara bertahap dengan tetap menjaga kelancaran pelayanan kepada pasien yang datang berobat maupun menjalani perawatan.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/C/1837/2026 tentang pemberian imunisasi Campak-Rubela bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. Kebijakan nasional itu diterbitkan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus campak yang terdeteksi di berbagai wilayah.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Tuanku Imam Bonjol, dr. Hafni Marsil, Sp.B, mengatakan bahwa tenaga kesehatan merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar penyakit menular karena intensitas kontak langsung dengan pasien dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.
Menurutnya, pemberian vaksinasi bukan sekadar memenuhi ketentuan pemerintah, tetapi juga merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam menjaga keselamatan para tenaga kesehatan yang berada di garis terdepan pelayanan publik.
Ia menjelaskan bahwa kesehatan dan keselamatan tenaga medis menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan pelayanan rumah sakit. Ketika petugas kesehatan terlindungi dari risiko penyakit menular, maka pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa gangguan yang berarti.
“Vaksinasi ini kami laksanakan sebagai upaya perlindungan bagi tenaga medis dari ancaman penyakit campak yang saat ini menunjukkan peningkatan kasus di sejumlah daerah. Langkah pencegahan merupakan cara terbaik untuk menjaga keselamatan mereka,” ujar dr. Hafni Marsil.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan memiliki peran vital dalam sistem pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap mereka harus menjadi perhatian bersama agar tidak terjadi gangguan terhadap pelayanan akibat meningkatnya angka kesakitan di kalangan petugas medis.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara tertib dan terstruktur dengan jadwal yang telah disesuaikan. Manajemen rumah sakit memastikan seluruh proses berjalan lancar tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada pasien yang membutuhkan penanganan medis.
Antusiasme para tenaga kesehatan terlihat cukup tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta menyambut positif program tersebut karena dinilai memberikan rasa aman dan meningkatkan perlindungan diri saat menjalankan tugas profesional mereka.
Di sisi lain, program vaksinasi ini juga menjadi bentuk dukungan nyata RSUD Tuanku Imam Bonjol terhadap upaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menekan laju penyebaran penyakit menular, khususnya campak yang masih menjadi perhatian di sektor kesehatan masyarakat.
Dengan terlindunginya tenaga kesehatan dari potensi paparan penyakit, rumah sakit dapat menjaga stabilitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan sistem pelayanan medis di Kabupaten Pasaman dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masa mendatang.
Melalui langkah proaktif tersebut, RSUD Tuanku Imam Bonjol kembali menegaskan bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan pengobatan pasien, tetapi juga oleh perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan tenaga medis yang menjadi tulang punggung pelayanan. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan siap menghadapi berbagai ancaman penyakit menular yang dapat muncul sewaktu-waktu.
#Andalusia





Tidak ada komentar:
Posting Komentar